What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag catatan
05.00 alarm Subuh berhasil membangunkan gue untuk melek... tapi tak berhasil untuk mencegah gue tidur lagi, hahahhh...
Padahal gue 'udah berencana untuk melaksanakan suatu kewajiban, sebagai warganegara yang baik di Indonesia (ceileee)... Gue mau memperpanjang SIM coy...
Setelah 2 kali gagal mendapatkan formulir SIM di Ragunan di 2 hari Sabtu bulan Mei... salah satu-nya barengan sama miss B, dan kita sama-sama manyun kehabisan formulir perpanjangan SIM, habis itu gue berusaha ke Ragunan sendirian, tapi nasib masih menentukan gue kehabisan formulir. Dan akhirnya lewat-lah tanggal 12 Juni 2008 sebagai batas masa berlaku SIM gue sebagai supir angkot.
07.00 Gue jumpalitan kaget bangun dari tempat tidur... Wadowww... padahal 'udah niat bangun pagi, berangkat pagi, supaya 'gak kehabisan formulir lagi di Ragunan, huaaaaa... masa kemaren-kemaren datang jam 8.30 aja formulir 'udah habissss... unbelieveable... Langsung mandi bebek cibang-cibung, bedakan dikit, pake baju rapih, berangkat. Tadi-nya mau naik angkot, tapi dipikir lagi... ntar terlambat lagi 'gak dapet formulir lagiiii, huaaaa... akhirnya naik OJEK.
Weeeenggggg... Rambut berkibar-kibar di tiup angin by ojek... padahal baru keramas huhuhuhu... 20rebu dari rumah ke Ragunan, cuma 15 menit. Sampai di Ragunan, celingukan... kog 'gak ada mobil SIM Keliling-nyaaaaa??? Kog sepi-sepi ajiahhhh??? Celingukan 'nanya ke polisi yang seliweran di situ, di jawab katanya: "HARI INI PINDAH KE TMP KALIBATA BU..."
emhhh... cakep, 'udah buru-buru 'ngejar supaya 'gak kehabisan formulir perpanjangan SIM, ehhh lokasi ternyata pindah. Bapak tukang parkir Ragunan menyarankan gue untuk naik bus jurusan Ragunan - mana tau ('gak denger lagi), yang katanya lewat TMP Kalibata. Gue selewatan jawab: "iye bang iye bang, makasih ya..." tapi sambil 'nyetop taksi. Takut terlambat ya boooo... masa 3 kali usaha gak dapet jugak? Sementara taksi yang gue tumpangi agak 'ngebut demi meluluskan permintaan penumpang-nya yang 'udah resah dan gelisah, gue mencoba telepon hubungi SIM Keliling di nomor: 021-5276001 s/d 4, dan sama sekali 'gak ada yang angkat! Damn!!!
08.30 Akhirnya sampai di pelataran pos polisi depan TMP Kalibata persis, sekali lagi gue celingukan. Dan karena sama sekali tidak menemukan mobil SIM Keliling yang di-informasikan sama pak pol yang di Ragunan itu. Nah lho??? Gue langsung masuk ke pos polisi dan menanyakan kepada petugas jaga yang ada di situ, dan dijawab: "WAH IBU, MOBIL SIM KELILING-NYA SEDANG ADA ACARA DI SENAYAN, NYUSUL KESANA AJAH, ATAU KALAU MAU KE PASAR REBO DI DEPAN MAKRO PERSIS JUGA ADA SIM KELILING"...
"Ohhhh iya pak, trima kasih pak", sahut gue lagi-lagi makinĀ risau... "TREMAAAA KASSSEEEEHHHHH", sahut gue dalam hati... Langsung gue minta pak supir taksi 'ngejar waktu lagi menuju MAKRO PASAR REBO. Gile aje cuy... dari Ragunan, di suruh ke TMP Kalibata, trus diĀ suruh ke Pasar Rebo... Hngggghhhh...
09.30 Macet berat mewarnai perjalanan gue. Apalagi dari Condet menuju Pasar Rebo juga harus muter jauh bener yahhhhh, mana bus-bus gede di sana 'ngetem-nya lama pula... Gue sampe hopeless jangan-jangan kehabisan formulir lagi, huaaaa... Sampai di Makro Pasar Rebo. Celingukan ke-3 kali-nyah... DAN GUE SAMA SEKALI TIDAK MENEMUKAN LAGI MOBIL SIM KELILING. DAN NOMOR TELEPON SIM KELILING GAK ADA YANG 'NYAUT SELAMA GUE TELEPON DI DALAM TAKSI.
Betapa indah-nya dunia ini, ohhh... Dan akhir-nya gue sampai pada titik pasrah, gue turun dari taksi seharga 50rebu yang menemani perjalanan gue 'ngejar2 bus SIM Keliling dari Ragunan ke TMP Kalibata sampe' ke Pasar Rebo ini... Baiklah, no more ongkos yang mahal buat 'ngejar-ngejar mobil SIM Keliling, 'udeh keluar 70rebu 'neh... kalo' emang bukan waktu-nya dapet SIM baru ya sutra-'lah... Dan gue termangu di pinggir jalan raya, huhuhuhu... sedih 'deh... Masa depan gue sebagai supir angkot bakalan terancam 'nih huhuhuhu...
Rupa-nya ada bapak ojek yang kasihan sama gue, dia tanya gue mau kemana, dan setelah gue jawab mau perpanjang SIM, dia bilang: "Neng ke TMII aja, disana pasti ada kog mobil SIM Keliling-nya"... WHAT??? gue kaget tapi dengan cool bilang ke si bapak ojek: "Udah 'lah pak, saya 'mah pasrah aja deh 'ntar 'ngejar kesono juga formulirnya tau2 habis, mana 'udah keluarin ongkos banyak hari ini, gak usah 'lah pak...", sambil tertunduk lesu...
Ternyata bapak ojek tadi pantang menyerah, dia bilang: "Coba dulu neng, pasti ada kog di sana... yuk saya anterin, 15rebu ajah..." Halahhhh... pantesan aja dia semangat 'nyuruh gue ada maksssuuuuud. Tapi dasar gue suka ditantang, ya udin gue bilang, "10rebu aja ya paaaakk".... hahaha DEAL. Akhirnya gue menembus ibukota pinggiran lagi dengan OJEK menuju Taman Mini Indonesia Indah.
09.45 Dan sampai di TMII, horeeeeeeeee... dari kejauhan sudah terlihat mobil SIM Keliling itu, tapi langsung ciut hati begitu inget gue 'udah 2 kali kehabisan formulir perpanjang SIM. Huhuhuhu... turun dari ojek gue teriak, "MAKASIH PAAAKKK DO'AIN FORMULIR-NYA BELON ABIS YA PAAAKKK" dan dijawab acungan jempol sama bapak ojek tadi. Buset 'dah 'udeh kayak minta do'ain mau ujian ajiah hahahahhhh... Ya eyalah, 80rebu nihhh 'udah habis ongkos dari rumah buat sesuatu yang belon pastiiiii hahahahha... itung2an banget!
Dengan hati deg-deg-an gue melangkah menghampiri meja pendaftaran di samping bus, dan... YIPIIIII formulir masih ada!!! Thanks God!!! Dan ini urutan kalo kita mau perpanjang SIM di mobil SIM Keliling:
menyerahkan KTP & SIM yang akan di-fotokopi petugas,
mengisi formulir dengan lengkap (bayar Rp. 2.000, alasan petugas untuk ganti tinta fotokopi dan pulpen),
tunggu dipanggil untuk foto & sidik jari (gue 'nunggu dari jam 10.00 - 11.30 baru dipanggil, lama karena ditinggal makan siang sama petugas huhuhu... emang gue 'udah sarapan juga? belum tau paaakkk),
setelah dipanggil nama-nya, masuk mobil, diberitahu tarif resmi dan ada biaya sukarela, ambil sidik jari, foto dan bayar Rp. 85.000 untuk biaya perpanjang SIM,
keluar, tunggu 5 menit langsung dipanggil lagi untuk menerima SIM baru.
horeeeee...
dan gue total mengeluarkan uang untuk SIM ini Rp. 102.000,- karena waktu bayar di dalem mobil SIM Keliling gue menyodorkan duit seratus ribuan, dijawab sama pak polisi-nya: "wah 'ndak ada kembalian-nya gimana ini bu?" Gue bilang dengan pasrah: "untuk sumbangan sukarela aja pak..." Yukkk mariii...
Berikut ongkos yang 80rebu menuju mobil SIM Keliling, berarti gue mengeluarkan duit sebesar 182rebu dong... Ya udin, pulang naek angkot ajah!!! Yang penting SIM baru 'udah ditangan, masa depan gue sebagai supir angkot & supir AKAP 'gak jadi suram doooong.... horeeee... . . . . .
12.00 gue masih menunggu dengan manis angkot menuju Depok... 4,5 jam perjuangan memburu SIM baru...
*kalo inget rute menuju TMII dari Depok itu... Depok-Ragunan-Kalibata-Pasar Rebo-TMII, haduh stresssss... rute zig zag*
malam mulai merayap waktu gue pulang dari siaran di Petukangan... jendela angkot terbuka lebar dan angin yang masuk membuat gue terkantuk-kantuk... sehabis penumpang ke-sekian yang duduk di pojokan turun, gue pindah menggantikan beliau, ke pojokan...
baru beberapa detik tertidur dalam angkot... tersentak oleh jeritan anak kecil yang duduk di pangkuan ibu-nya di pojokan seberang... ternyata dia kaget oleh suara raungan motor yang di-stater seorang pemuda di luar sana... sementara itu angkot sama sekali 'gak bisa bergerak karena kemacetan di pintu kereta... dan sang ibu terpaksa menenangkan anak tersebut dengan membelai-belai, karena anak itu tak henti-nya menjerit...
gue baru mau memejamkan mata kembali, sekedar memanjakan mata, supaya nanti sampai di rumah sakit 'gak terlalu terlihat lelah... yup, gue mau mampir rumah sakit Pondok Indah, karena ada mantan sekretaris gue yang mau melahirkan... itu 'loh... mantan sekretaris yang manja bangetttt... hehehehe...
ternyata susah mau memejamkan mata lagi... anak itu terus menjerit, dan si ibu terus dengan kasih menenangkan si anak... perlahan gue perhatikan, ternyata anak itu penderita Mental Retarded ohhhh ya Allah...
pantas aja seperti frustasi berlebihan anak itu, soal terganggu raungan motor tadi... gue mendadak 'gak 'ngantuk lagi... perlahan gue usap kepala anak itu berusaha ikutan menenangkan... dan syukurlah akhirnya dia berhenti nangis... malah dia jadi ketawa2 ke gue, hihihi...
Meleleh rasanya liat matanya yang polos... dengan wajah yang, apa ya istilah-nya... Mongolian Face... ya, itu istilah buat penderita mental retarded, yang gue pelajari dulu di bangku sekolah... dimana ciri2-nya kadang bola mata hitam-nya menyebar ke-2 arah... dan wajah yang mirip orang Mongolia dengan ujung mata tertarik ke atas...
akhirnya gue jadi 'ngobrol sepanjang perjalanan sama ibu si anak itu... dari cerita si ibu, anak itu usia-nya 6 tahun, tapi besar tubuh-nya 'gak lebih dari anak usia 3 tahun... belum sekolah karena 'gak punya biaya, sering sakit komplikasi (karena memang anak penderita mental retarded rata2 daya tahan tubuh-nya rendah sekali), belum bisa minum pakai sedotan, belum bisa mengunyah makanan, cuma bisa minum susu, bapak-nya kabur, ibu-nya jualan di daerah Pondok Cabe, dan pingin banget bisa menyekolahkan anaknya, tapi di Fatmawati sekolah yang bisa menampung butuh uang pendaftaran minimal 20 juta.
Wow... gue langsung menjerit dalam hati... apa orang kecil memang 'gak boleh sakit dan punya kelainan tertentu yaaaa... di negara ini...
Jadi merasa timpang... di depan gue ada ibu yang punya anak cacat mental, butuh perawatan dan sekolah buat anak-nya tapi 'gak mampu.. sementara itu di rumah sakit Pondok Indah sana... terbaring salah satu sahabat gue yang walaupun punya keterbatasan fisik yang tak lengkap juga... sedang berjuang melahirkan dengan fasilitas yang alhamdulillah cukup lumayan dan bisa diusahakan sekuat tenaga... . . . .
Apa kabar ya, pendidikan & kesehatan di Indonesia? Kapan rakyat kecil bisa merasakan ya?
Tong sampah butuh sampah... karena kalau 'nggak ada sampah, masa namanya tong sampah? kalo isinya air, ya tong air dong?
Nah, hubungan ini menjadikan sampah bener2 mengisi tong sampah... dimana kadang luber juga akhirnya, sampe' bececeran kemana-mana di sekitar tong sampah itu... apalagi sampah yang paling bawah berada di tong sampah, bisa-bisa busuk kali ya...
Begitu juga tong sampah hidup yang bisa makan dan minum untuk energi membawa sampah... bisa luber kalo diisi sampah kehidupan dari orang lain melulu... apalagi sampah kehidupan yang ada di paling dasar, coba lihat lagi, mungkin 'udah busuk?
Harus gimana yah? buang sampah-nya, cuci tong sampah-nya? mungkin itu jalan terbaik...
Atau beli tong sampah baru? boleh juga, asal jangan perlakukan tong sampah baru seperti memperlakukan tong sampah lama aja... bisa-bisa cepet hancur tong sampah baru-nya, 'gak bisa dipake lagi deh...
Mungkin lebih baik tong sampah lama dicuci, dikeringkan, dijemur, dicat merah yang kinclong... siap dipakai lagi 'deh... hehehehe...
. . . . .
*Pesan sponsor: Jangan lupa pisahkan sampah organik dan non organik...*
Beberapa minggu lalu dapat undangan dari Reader Digest Indonesia, untuk 'ngisi acara Pesta Buku Jakarta (Jakarta Book Fair) 2008, yang diselenggarakan tanggal 28 Juni s/d 6 Juli 2008, di Istora Senayan, Jakarta.
Sebener-nya sih, tadi-nya 'gak 'nyangka bakal disuruh 'ngisi acara ini, paling tadinya mikir wawancara buat buku One Gigabyte Of Love, seperti biasa, oh oke lah... ternyata buat 'ngisi acara di Jakarta Book Fair!!! Wadaw... berat 'neh... Gue langsung minta untuk ditemani mba Helvy sebagai editor buku OGOL 'pas jadwal yang disepakati. Gue bilang ke mba... *ummm syapa ya yang nelpon gue* haaa... mba Yanti, supaya kalo mba Helvy 'gak bisa di jadwal yang 'udah disepakati, kasih tahu gue cepet supaya bisa cari rekan MPers lain yang bisa 'gantikan... Ternyata mba Helvy bisa... trims mba... Well, adem dong...
Dan ternyata juga, setelah baca blog-nya mas Jonru, disana disebut ada banyak nama terkenal selain mba Helvy, kayak: Beng Rahadian (Akademi Samali), Mice (Beny & Mice), Andrea Hirata, Trinity The Naked Traveller, Rahmania (Eiffel I'm In Love), Mira Lesmana, juga mas Jonru sendiri, dan mendadak gue puyeng... kayak-nya engga maen-maen 'neh... *ya iyalah emang sapa yang 'ngajak maenan sih*...
tuing - tuing - tuing...
.
.
.
kayak-nya gue perlu obat tidur waktu acara 'deh.. kadung dalam undangan 'udah tertulis nama gue jeh... 'lah, gue pikir acara-nya 'gak segede itu bo'... mana gue bukan penulis pula... trus gimana dong yah?
Ya sutra 'lah... gimana kalo kita sekalian kopdar? hahhahhhhh kalo kopdar baru 'deh doyan... catet 'deh:
Hari/tgl: Rabu, 2 Juli 2008 Pukul: 19.00 - 21.00 WIB Tempat: Panggung Utama Istora Senayan Tema: Dari Blog Jadi Buku
Jadwal lengkap acara Reader Digest Indonesia di Book Fair 2008 'nih, klik ajah biar GEDE :
*Ada yang bisa minjemin gue WIG ga??? atau topeng?* *masih puyeng* *mas Jonru, copy jadwal-nya yaaaa... trimsssss...*
Habis siaran, gue ditanya: sekretaris: "ikut general meeting di Bibet jam 17.00 hari ini kan mba?" Gue: "yu no lah mba, harusnya gue kan siaran jam segitu di Petukangan..." --> sambil cemberut... sekretaris: "tapi ini meeting penting mba, semua kalau 'ndak ada yang darurat diharap hadir" Gue: "ya ya ya ya... ntar gue telpon ke radio sana 'deh..." sekretaris: "nah gitu dong mba..." --> tersenyum manis Gue: "(&(&^$#@!" --> dalam hati...
17.00 General meeting dimulai, diawali dengan laporan singkat progress terakhir keadaan perusahaan, blablabla. Direktur utama juga menyampaikan bahwa setelah meeting ini hanya ada acara makan2 bersama dalam suasana kekeluargaan. Jadi diharapkan bila ada ganjalan, uneg2 atau apapun disampaikan sebelum acara makan berlangsung.
*silent* 'gak ada yang 'ngomong...
akhirnya ada juga sih yang buka suara... lalu produser mulai angkat suara juga, mengemukakan salah satu kasus kelalaian *yang menurut gue kecil*, yang menurut beliau harus mendapat perhatian dan punishment untuk tidak terulang di masa datang.
gue lagi mikir... hmmm ini kayanya kasus gue neh... *gue langsung khidmat dan 'udah mau 'ngomong 'ngaku langsung ke direktur, bahwa gue-lah pelakunya sambil angkat tangan* Direktur mulai menunjukkan wajah mengerikan dan jutek abis... yaaaa gue jiper banget 'dah jadinya... tapi tetep dong, supaya sportif sebelum ditanya gue mau 'ngaku... tapi gue 'gak dikasih kesempatan 'ngomong sedikit-pun, even waktu direktur 'nanya ke teman2 sesama penyiar, kenapa sampai hal tersebut terjadi, apa pertimbangan teman2 dalam permasalahan tersebut, dan apa kira2 punishment yang dapat dijalankan untuk persoalan ini. Dan 'ngomong-nya itu tanpa liat muka gue 'nih... *merasa dilecehin* Apalagi yang lebih 'ngeselin, sempet2-nya seorang rekan penyiar 'nanya: "siapa sih, siapa sih???" yah, gue dengan mencoba tabah memberi sign ke dia: "itu gue pelaku-nya, loe tenang aja"... --> sok hero yaelahhhh... bete bangeeeetttt...
Akhirnya gue cuma di kasi waktu sedikit untuk menjelaskan hal sebenarnya, dan gue juga sampaikan ke forum bahwa situasi yang dituduhkan sebenarnya 'gak separah itu, karena pada akhirnya gue menjalankan rule-rule yang berlaku dalam perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi kayak-nya penjelasan gue mentah abissss... 'gak ada yang peduli, sampe gue hopeless pengen emosi rasanya. Tapi gue bisa apa? Itu memang kesalahan gue, walau menurut gue 'gak separah yang dituduhkan dan rasanya berlebihan sekali dibawa ke dalam forum seperti ini, yang seharusnya bisa diatasi langsung oleh produser. Lagipula, gue juga mikir... apa segitu salahnya gue yaaaaa sampe' di sidang seluruh personel perusahaan ginih... mati 'deh gue, mimpi apa seh semalem...
Gue memutuskan untuk diem aja, daripada banyak cingcong 'ntar malah bikin repot... pasrah 'dah...
Tapi sumpah, rasanya gue pengen 'nyolot waktu salah seorang senior 'ngomong: "saya rasa harus ada pengertian dan kesadaran dari dalam diri penyiar, bahwa penyiar bukan dewa yang selalu diagung2kan oleh pendengar dan menjadi jumawa sehingga harus berpuas diri, lalu lupa bahwa ada komponen lain dalam perusahaan yang menentukan kiprah penyiar juga, jadi istilahnya jangan banyak gaya 'lah ya menjadi seorang penyiar itu"... rasanya gue pengen teriak sambil gebrak meja: "yang banyak gaya tuh sapaaaa kampreeeeettt, di kantor juga gue cuma pake sendal jepit...!!!" tapi... gue bisa apa selain mingkem aja & berusaha mencerna dalam-dalam, salah gue apaaa sehhh... sampe digini'in sedemikian rupaaaa... parrrrah banget...
Sampai akhirnya direktur tanya ke sekretaris, apa dampak kesalahan gue itu terhadap perusahaan dan lain-lain, sekretaris menjawab bahwa: "sengaja atau tidak sengaja kesalahan yang diperbuat mba ari patut menjadi pelajaran untuk sesama penyiar, tapi hal tersebut tidak membuat mba ari lepas dari punishment yang tetap harus dijalankan di perusahaan ini..."
Gue langsung 'mikir pengen 'gampar tuh sekretaris pake piring di meja depan gue, emang sapah diaaa...??? Tapi gue tetap duduk dengan tegak, berusaha menerima segala kesalahan yang dituduhkan dengan pasrah dan... yooowessss lahhh kalo emang gue salah, gue terima aja... mau dikenai sanksi apa aja, monggoooo... walaupun ini hati rasanya sakiiit, ya 'udah 'lah... bahkan gue berniat pergi aja keluar ruangan, tapi mikir lagi, kog rasanya 'gak sportiP yaaaa... Hhhhh, akhirnya tahan2 aja, 'udah pengen muntah rasanya... pak direktur: "oke, berdasarkan laporan ini, saya akan memutuskan punishment apa yang akan diberikan kepada mba ari atas kesalahan-nya tersebut, dan saya rasa lebih tepat kalau mba ari kita beri punishment berupa SELAMAT ULANG TAHUUUN!!!!" --> seraya menghampiri & 'ngusap2 kepala gue... Gue: "hoaaaaaaaaaaaaaa" Sekretaris: "mba ariiii wi luuuv yuuuu" Semua rekan-rekan: *pada nubruk gue*
. . . . .
kampreeeeetttt... 'gak tahan lagi gue berderai-derai... cape 'deeehhhh... baru kali ini setelah dewasa gue dikerjain secara emosional... kurang asssseeemmm... dan boss gue sendiri ternyata dalang semua iniiiiii...
. . . . . . .
capeeeeee rasa-nya dikerjain kayak gitu... huhuw... mendingan diceburin ke kolam renang kayak tahun kemaren deh, daripada harus 'nahan emosi kayak semalam... huaaaaaaaaaaaaa....
But i looooove you all... Thank's for all your kind attentions ...
Selesai siaran jam 14.00 hari Selasa ini gue baru ada waktu untuk membuka semua digital gitfs from everywhere... dan rasanya satu hari 'gak cukup untuk membuka semua gifts from God itu, untuk merenungi terlebih dahulu dengan dalam masing2 kado dan membayangkan semua wajah yang memberi...
Semalam gue 'udah diberi kejutan2 dari para sahabat: ada mas Rama yang tepat di jam 00.00 memberikan special gift berupa komposisi musik game yang disesuaikan dengan semua kesukaan gue dengan alam, rock dan tentu saja keindahan... this is so sweet and i looooove it very much!!! This afternoon is the second time i heard this music, and the more i listen, the more i love it... Thank you Rama, my brave knight...
ada yang datang ke rumah tengah malam walaupun akhirnya mereka kecele, lha wong gue 'gak di rumah hahahhh... untung aja gue 'gak jadi pulang ke Pulogebang... *'ngebayangin mereka pasti manyun2 kalo kudu pergi 40 km dari Depok 'nyusul ke Pulogebang* makasih ya Ru, Pink, Riq... i love you all soooo much!!!
ada yang telpon2 walaupun mohon maaaaafff banget kalau sampai harus tabrakan sama telpon2 lainnya huhuhu...
ada yang sms-sms walaupun mohon maaf juga baru bisa balas 20-an sms yang tentu hanya sebagian keciiiil dari semua sms yang masuk... maaf ya rekans... juga untuk semua PM dan ucapan dalam guestbook yang belum sempat terbalaskan, mohon maafkan... ada juga yang kirim paket dan sengaja dijadwalkan gue untuk menerima ketika keluar dari rumah... oh this is so sweet honey, really sweet... thank you sooo muchhhh!!!
ada seseorang di masa lalu yang kirim PM dan tidak seperti keadaan yang begitu buruk terakhir kali bertemu beliau, sepertinya hal2 terindah memang sedang menghujani gue... i do miss you, and thank you for these sweet things... dan belum cukup kekagetan gue, rupanya ketika gue siaran, datang paket guede banget dari mba Ella yang diantar oleh bapak satpam (makasih ya pak...) ke dalam ruang studio waktu break iklan, dan sampai sekarang gue belum berani membukanya, lagian 'ntar rame lagi di kantor huhuhu...
dan sekarang, waktu gue menyempatkan diri untuk mulai membalas semua kebaikan rekan2, gue dibuat menangis berderai diam2 di pojokan meja... sambil mendengarkan alunan suara mba Mer... yupz... si profesor cantik dari Arizona tersebut memainkan gitar dan dengan suaranya yang merdu beliau mencoba untuk membuat gue spekles 'netes2... apalagi yang 'nyebelin dia juga menyebutkan sesuatu yang huuuuhhhuuu... kalo bukan mba Mer yang kirim mungkin 'udah gue edit tuh lagu huaaaaa... tapi gue ketawa2 juga waktu denger mba Mer ketawa dengan suaranya yang lucu "hehehehehhh" di tengah lagu... huaaaaa i miss you so mbaaaaa... anyway mba Mer, i thank God i've been knowing you and we've ever met... I loooove you sooo much!!!
Dan untuk rekan-rekan yang mau ikutan 'dengerin suara merdu mba Mer... silakan ya... i wanna share this lovely gift to all dearest friends... I thank God also, i have you all...
Mungkin ini hari paling "sepi" diantara keramaian yang ada di sekitar gue... Tapi ini adalah hari paling menyenangkan, dimana ada banyak orang2 di sekitar gue yang memberikan semua yang terbaik untuk gue.
Dan salah satunya adalah sebuah instrumentalia indah gubahan seorang yang gue kagumi, dimana beliau ciptakan musik tersebut dengan sepenuh jiwa, dan membuat gue terharu, karena begitu perhatian-nya beliau dalam kesederhanaan-nya, terhadap apapun yang gue sukai.
He describes me well... and he said:
"Today, at 00:00 sharp, is the birthday of Princess Ari, probably one of the greatest days for her. But, something terrible happened. The very evil of the dark side kidnapped and sealed her in her own nightmare. So, a very brave knight must rescue her in order to bring her to safety...or, game over!
Will Ramaditya Skywalker be able to do it? The Birthday Fantasy Adventure begins..."
This is the song for your birthday, Milady...! I was on it for 12 hours straight, re-opened all my musical abilities in order to compose this one. It's all computer-made song, so forgive me for the lack of naturality (instruments). Enjoy it, and once again..., HAPPY DOUBLE THREE BIRTHDAY!!! ========= srisariningdiyah wrote today at 12:02 AM may i write about this gift?
srisariningdiyah wrote today at 11:52 PM okay... completely listening now... and i'm speechless... so many thanks couldn't be enough to say that i'm very happy for this lovely gift... hugs.
srisariningdiyah wrote today at 11:31 PM okay... here's Sepultura now...
srisariningdiyah wrote today at 11:30 PM wowwwwww.... i saw White Lion's touch there... at 7th minutes
srisariningdiyah wrote today at 11:29 PM drum beat like the heart...
srisariningdiyah wrote today at 11:29 PM there's raining...
srisariningdiyah wrote today at 11:27 PM i love it soooo much!!!
srisariningdiyah wrote today at 11:26 PM it reminds me of metallica... hahahahahhhhh
srisariningdiyah wrote today at 11:24 PM okay... i love the sound of guitars and percussions... and it's soooooo rock!!! I LOVE IT
srisariningdiyah wrote today at 11:23 PM i like the sound of sea at the first listening...
srisariningdiyah wrote today at 11:23 PM finally it's completely downloaded...
srisariningdiyah wrote today at 11:16 PM fantasy, adventure... okay... you describe me well...
srisariningdiyah wrote today at 10:49 PM thank you soooooooo much!!!
srisariningdiyah wrote today at 10:48 PM i'll listen first before giving comments, knight...
Well, i'm really speechless... Thank you so much to him, and also to all of you dearest friends...
. . . .
Thank you...
*gue pingin banget berbagi musik itu, but it's him who has the copyright... sorry... dan terima kasih tak terhingga untuk semua rekan yang sudah mengirim PM, telepon, sms, mengisi guestbook bahkan jauh sebelum hari ini... TERIMA KASIH...*
Tadi gue sedang keluar dari toilet kampus, ketika seorang ibu berjilbab menyapa dengan hangat, "mba Aaarrrriiiiii...", seraya merentangkan kedua tangan dan langsung membekap gue di pelukan-nya yang besar, hehehehe... sama-sama besar, tapi masih lebih besar ibu Gani, ehehehe... Ibu Gani, begitu gue selalu menyapa beliau...
Beliau gue kenal sekitar tahun 2000 yang lalu, ketika gue masih sering ikut bazaar, mencoba berbisnis dagang, dengan cara menyewa stand bazaar di kampus, membayar orang untuk menunggui, lalu setiap istirahat kantor gue datang 'nge-cek segala sesuatu sudah berjalan semestinya atau belum... Yoi, gue pernah dan masih dagang euy... menyenangkan, bertemu langsung dengan banyak orang, mengenal karakter banyak orang dan menggali banyak pengalaman dengan mereka, dan lebih menyenangkan lagi ketika mereka akhirnya menjadi sahabat dekat sampai kini.
Oya, karena alhamdulillah gue cukup bisa memanfaatkan peluang berteman sesama staf di kampus, untuk misalnya minta diskon harga stand pada panitia, atau berhubungan langsung dengan penyelenggara berkaitan dengan keluhan atau komplain sebagai penyewa stand, akhirnya waktu itu gue pernah dinobatkan sebagai juru bicara paguyuban pedagang bazaar di kampus, sampai akhirnya setiap kali ada pameran, bazaar bahkan acara-acara yang diadakan di luar kampus, gue-lah yang pertama kali dihubungi untuk mengerahkan rekan-rekan pedagang dan dipercaya mereka untuk bernegosiasi (maklum kalo nawar suka 'agak' tega)... wahahahahaaa lucu yah... padahal bayangin aja mereka itu rata-rata jauh lebih tua dibanding gue, tapi Subhanallah... gue ingat sekali, bersama mereka-lah kadang gue menemukan kehangatan dan banyak sekali pandangan hidup dan pengalaman berharga yang gue dapat.
Kembali ke scene hari ini... Begitu takjub dan terpesona-nya ibu Gani melihat gue, yang mungkin (sudah pasti) bertambah besar saja dari hari ke hari... ehehehe... akhirnya beliau mengajak gue duduk di sofa auditorium kampus... menanyakan kabar, dimana sekarang berada, bagaimana keluarga, dan lain-lain... Dan tentu gue menjawab seadanya dengan jujur, sekaligus gue jujur bahwa gue laper beraaaatttt karena dari pagi belum makan... So, dengan antusias tentu ibu Gani langsung menyeret gue ke kantin tempat beliau yang ternyata selama 3 bulan ini sudah mengisi tempat berjualan, untuk menyantap hidangan sore-nya. Tak lupa dia memanaskan semua sup bahkan ayam bakar yang dia minta gue, untuk menyikat habis... nyamnyammmm...
Sambil menemani gue bersantap, ibu Gani bercerita... bahwa sudah 5 bulan kemarin suami-nya sakit, dan beliau terpaksa menjadi single fighter untuk mondar-mandir berjualan dari satu kantin di kantin lain di 3 fakultas, demi menghemat biaya operasional menggaji karyawan yang terlalu banyak, juga demi membiayai 3 anak-nya yang masih kuliah. Ohooo... kuliah?
Yups... beliau pernah cerita bertahun lampau, bahwa beliau punya 10 anak. Di usia-nya yang tak lagi muda sekarang sekitar 65 dan suami-nya 75, bahkan beliau-pun masih harus membiayai 3 anak yang kuliah... Kenapa sampai 10 anak? Rupanya beliau selama tahun-tahun awal pernikahan belum dikaruniai anak, sehingga 7 kali mengangkat anak-anak tak mampu menjadi sebuah keluarga besar. 7 anak? Yap, gak salah lagi... 7 anak... dan akhirnya setelah 17 tahun... (yap 17 tahun!!!) menunggu, akhirnya lahir satu-persatu ke-3 anak kandung-nya. Di usia yang tak lagi muda pula...
Well... setelah bertahun 'tak jumpa, penasaran gue tanya beliau: "Bu... si cantik yang sering diajak jualan di bazaar sekarang 'udah kelas berapa bu?" Beliau bilang, "wahhhh mba Ari... dia sekarang 'udah kuliaaahhh... dia semester 4 di jurusan Teknik Arsitek... kalau anak2 angkat saya yang 7 orang semua 'udah menikah mba Ari..." Gue: "haahhhh jadi brapa tahun ya kita sudah tak jumpa.... halaaaa... 'nah trus kakak adik-nya si cantik gimana, si kakak 'udah kuliah juga?" ibu Gani: "oh sudah mba, kakak-nya juga kuliah di jurusan Teknik Mesin semester 8, adik-nya si cantik juga baru masuk kuliah ini mau tingkat 2 di jurusan Teknik Industri..." Gue: "ooohhh ... alhamdulillah ya buuuu..." (sambil manggut2 sambil 'nerusin makan, padahal sebenernya gue terharu banget, pengen 'netes... ingat perjuangan bertahun ibu Gani yang sampai sekarang masih harus menjadi single fighter bahkan pula di saat suami-nya sakit keras di usia senja...) ibu Gani: "iya mba Ariiii... saya seneeeng banget ketemu mba Ari... mba Ari asal tau aja ya... mba Ari ini jadi inspirasi saya waktu 'nyekolahin anak2 selepas SMA... mba Ari inget 'nggak, kalo mba Ari sering bilang sama si cantik waktu kita sering 'ngobrol pas jualan di bazaar... mba Ari bilang, si cantik harus selesai sekolah-nya, kalau mampu terusin kuliah... alhamdulillah mba Ari... kata2 mba Ari selalu menjadi pemicu semangat... saya pingin liat si cantik kaya mba Ari... walaupun saya harus bayar SPP yang mahal tiap semester, tapi paling enggak lebih ringan karena semua anak saya 3-3-nya dapet beasiswa kuliah-nya... coba kalau engga, harus bayar berapa saya tiap semester mba..."
Gue cuma tersenyum dalam haru, melihat pendar kebahagiaan dalam raut tua seorang ibu berumur 65 tahun... Selesai makan, gue peluk erat beliau dan pamit untuk berjanji sering-sering mampir dan membeli makanan buatan-nya di kantin itu.
o' my God... tak kuasa menahan butiran2 kristal yang sudah menggantung ini, segera gue menuju toilet untuk membasuh haru yang begitu menggelora...
teringat ibu di rumah... teringat ke-7 anak angkat ibu Gani sebagai pembuka rezeki keluarga... teringat ibu Gani yang pantang menyerah, walau jalan masih panjang berliku... teringat...
ah... kapan gue bisa lebih besar lagi dalam berbagi?
'ngeliyat kecelakaan buat gue 'udah biasa... setiap kali mudik lebaran ke Solo tiap tahun... setiap kali berkendara sendirian menjelajah ke pelosok-pelosok... setiap kali berangkat kerja naik kereta dari stasiun Cakung dekat rumah dulu... setiap kali kuliah, naik atau turun dari kereta... ada kalanya di setiap waktu itu, di perjalanan, gue lihat... dari yang ringan sampai berat, bahkan berat sekali yang isi-nya terburai kemana-mana tanpa bentuk...
awal mula sih mungkin gue terkaget2 dan terbayang2 kalo malam... seiring waktu, jadi biasa... namun mudah2an bukan menjadi terbiasa, lantas jadi tumpul nurani-nya... hanya terbiasa untuk mencoba kuat & hadapi kenyataan aja... bahwa setiap saat kita harus siap menghadapi kenyataan terpahit... bahwa kadang orang2 yang kita kenal, orang2 yang kita cintai, bahkan diri kita sendiri... bisa berhadapan dengan yang terburuk, so... be careful... be tough...
seperti beberapa malam lalu... ketika angkot yang gue tumpangi berhenti tepat di pintu ketika hendak lewat kereta... ketika dari arah berlawanan ada lampu motor yang bergegas ke arah gue datang... ketika gue hanya bisa terpana di samping pak supir angkot C14 jurusan Ciledug - Lebak Bulus... ketika lampu motor dari arah berlawanan itu tiba2 melayang ke atas bersamaan suara klakson kereta... dan ketika suara BRAAAAKKKK terdengar begitu memekakkan telinga... dan ketika akhirnya di depan angkot yang gue tumpangi persis, tergeletak bersimbah darah 2 sosok... berikut puing2 sepeda motor yang hanya tersisa nyala lampu-nya...
anytime... anywhere...
bila saat-nya 'udah tiba... tak bisa ter-elak-kan... dengan jalan apapun...
anytime... anywhere... . . . .
*buat semua yang baca, jangan lupa selalu berdoa setiap pergi dari rumah menuju kantor atau sekolah, jangan lupa selalu hati2 yaaaaa... because there's so much people who love you...*
Waktu gue dan teman-teman undangan lain sedang asyik naik banana boat, kami semua lihat lumba-lumba beberapa ekor yang asyik bermunculan di sekitar kami saat itu. Thanks God, ada awak resort yang kebetulan memegang salah satu dari kamera kami, berkenan memotret-nya. Jadilah kami punya dokumentasi lumba2 itu yang lagi pamer ke manusia: "kita juga bisa main2 nih"... hahahahaha...
Dan sebelum-nya, ketika gue dan teman-teman berkesempatan untuk snorkeling, diving & marine walk... sebelum tiba giliran gue yang masih dengan sabar jepret-jepret-in teman2 yang mulai menghilang ke dalam laut, tiba2 kami semua yang ada di atas kapal dikejutkan oleh suara PLETAK-PLETOK-PLETAK-PLETOK... Serentak semua mata tertuju sumber suara yang ternyata adalah:
Ikan-ikan yang berlompatan ke atas air dalam hanya beberapa detik saja! Thanks God, gue lagi pegang kamera dan 'gak ikutan bengong seperti yang lain-nya... hahahaha... dan dalam beberapa detik hanya foto ini-lah yang berhasil merekam beberapa ikan yang berhasil muncul ke permukaan air, diantara beberapa foto yang lain. Beberapa foto lain-nya dihapus Ruru, huhuhu... gara2 Ruru 'gatau foto apa itu, dikirain cuma foto laut biasa, demi space lebih besar untuk cadangan motret lagi...
Tapi itu juga 'udah lumayan... hehehee... Gue 'gak tahu jenis ikan apa yang segerombolan tiba2 naik ke permukan air, dan menimbulkan bunyi pletak-pletok itu, yang jelas dari perbesaran gambar asli menunjukkan semua ikan itu berekor warna kuning. Ikan karang jenis Ekor Kuning? Gatau deh... yang jelas mereka sudah mempesona gue dengan gerakan serentak mereka yang hanya beberapa detik saja. Entah apa yang menyebabkan mereka melakukan gerakan2 tersebut, pokoknya semua orang yang melihat terpesona.
Sama hal-nya dengan lumba2 yang kami lihat, mereka juga melakukan gerakan2 sama persis yang dilakukan oleh beberapa dari mereka, sementara yang lain-nya juga melakukan gerakan berbeda dari yang lain, tapi dilakukan bersamaan juga dengan yang lain. Mereka semua adalah beberapa individu yang berbeda, individu yang unik, tapi bisa bergerak dengan harmonisasi indah & mengagumkan. Padahal mereka "hanya" hewan?
Jadi inget, suka lihat film-film dokumenter yang tanpa sadar sebenernya suka bikin gue bertanya-tanya dalam hati. Kenapa ada beberapa burung terbang di angkasa, bisa melakukan gerakan2 yang sama persis baik kepakan sayap, maupun manuver di angkasa? Kenapa ada anak2 singa yang bergumul dan melakukan gerakan sama persis? Kenapa ada beberapa kambing gunung jantan yang saling bertarung merebut simpati betina, dengan melakukan gerakan sama persis?
Well... gue jadi membandingkan mereka dengan manusia... tapi pertanyaan gue dalam hati dan perbandingan dengan manusia itu... masih menggantung... .. . . . .
wakwakwakwakkkk... sorry... sampe di sini gue spekles, jadi 'gak bisa lanjut 'deh 'nulis-nya... :)) atau teman-teman mau melanjutkan-nya? Silakan... :)
Gue 'gak tahu deh... ini tayangan 'udah lama atau baru aja mulai... soal-nya gue baru kali ini nonton, baru tadi sore... dan biasanya gue emang jarang banget nonton tipi... selain 'gak cocok sama mayoritas tayangan, males... kadang 'nyampe rumah juga 'udah 'gak kepikiran buat nonton tipi, hehehe...
Nah, begitu nonton... tau2 muncul tayangan Seleb de Sitter ini... yang inti-nya menurut gue sih... termasuk eksploitasi anak2 ya... dan anak2 itu diasuh oleh pasangan selebriti yang berusaha jaga-in mereka... waktu makan, waktu main di mall, waktu karaoke, waktu berenang...
Dan yang mengagetkan gue, yang baru kali ini nonton tayangan tersebut... waktu adegan main di mall, di kolam bola, disitu jelas banget ada adegan yang ditayangkan