Sri Sarining's posts with tag: beras

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag beras
Blog EntryPertanian: Perang demi Perut?Jun 7, '07 6:40 AM
for everyone







Tanpa pertanian, penduduk dunia tidak dapat meneruskan kehidupan mereka.

(Adam Smith, 1776)
===================

Beberapa hari lalu, ibu bilang kalau hasil panen sawah tahun ini di Solo sudah diterima...
Alhamdulillah
... walaupun gak seberapa dan gak sebanding dengan jangka waktu setahun-nya itu lho... tetap alhamdulillah...


Mengingatkan akan masa kecil gue ketika sering ditinggal di Solo, kalau masa liburan masih panjang, sementara bapak-ibu harus kembali bekerja di Jakarta. Saat gue suka menemani almarhum simbah kakung, pergi berboncengan sepeda ke sawah sambil membawa rantang bekal makan siang masakan almarhumah simbah putri, dan dengan asyik-nya gue akan bermain tarik-tarik boneka sawah mengusir burung-burung nakal, atau sekedar lompat-lompat 'nyebur sawah mengejar kodok. K
adang kalau ada beberapa tanaman palawija di sela pematang tumbuh, gue petik beberapa untuk lalapan makan siang bareng simbah kakung di dangau tengah sawah... Atau naik ke punggung kerbau yang sedang dimandikan rekan sebaya pengangon... Lalu pulang naik sepeda lagi sampai rumah dimarahi simbah putri, karena baju kotor-lah atau karena membonceng gaya laki-laki di sadel belakang sepeda simbah kakung. Waktu itu sih gue 'nggak 'ngerti kenapa harus dimarahi hanya gara-gara duduk menghadap depan, sementara simbah kakung tak pernah mencela, ehehehehe...


Malah pernah juga gue dikejar-kejar mandor pengawas panen tebu di sawah simbah, hanya karena gue ikutan me-'mapras' tebu yang sedang di-panen dengan arit, untuk dinikmati dengan anak-anak kecil
sebaya lain. Alhasil, dengan jantung berdebar kami kayuh sepeda super cepat, demi mengindari 'acungan arit sang mandor bertopi putih bak meneer Belanda...


Hahaha... kenangan yang indah...

Tapi... dipikir ulang... dari sejak kecil gue sering banget
membatin kala sedang menyusuri jalur pantai Utara atau Selatan menuju kampung halaman... negeri kita Indonesia tercinta kaya sekali dengan tanah pertanian yang subur, tapi kenapa petani hidup-nya susah terus? Terbayang-lah langsung wajah almarhum simbah kakung yang berpeluh sepulang dari sawah di sore hari.




Dalam pikiran gue, sektor pertanian menjadi sangat strategis dan sensitif di negara manapun, karena menyangkut hajat hidup orang seluruh negara secara universal, bahkan menjadi sektor industri agrobisnis, menjadi komoditas ekspor, menjamah kesempatan kerja bagi para tenaga kerja, dan yang paling penting adalah turut melestarikan lingkungan hidup dalam pembaruan unsur hara tanah. Kurang apa lagi coba, lengkap-nya sektor pertanian dalam sumbangsih-nya buat negara?

Bahkan, sektor pertanian bisa menjadi media percaturan politik dunia. Atas nama distribusi yang tidak adil, akibatnya 1 dari 7 penduduk dunia kelaparan dan menderita. Penghentian impor gandum Amerika dari Soviet-pun ikut mempercepat runtuh-nya Rusia hingga berkeping. Bahkan perang demi mendapat lahan pertanian nan subur-pun tiada ragu dijalankan. Lihat-lah bangsa kita yang ratusan tahun dijajah, atau lihat-lah Jepang dan Amerika yang lebih baik perang daripada membuka akses pasar pertanian mereka. Proteksi hambatan tarif-non tarif dijalankan demi mencegah masuknya komoditas serupa yang berpotensi mematikan bisnis pertanian lokal.

Pertanian Indonesia
apa kabar, sayang???



*Dan gue-pun bersyukur mempunyai keluarga yang masih konsisten berada di jalur yang ikut menentukan perut bangsa ini...
*Trims berat yahhhh untuk semua-nya sesama petani Indonesia... this journal is dedicated for you all the farmers...
*Foto: koleksi pribadi dunks...

 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help