Sri Sarining's posts with tag: air asia
Gue tertarik dengan komentar-komentar dalam jurnal gue mengenai pelayanan salah satu airline di negara ini. Ada komentar yang menyebutkan "udah dikasih murah mo minta apa lagi?"... ada juga yang berkomentar mengenai hal lain tapi intinya tetap mengenai airline berbiaya MURAH. Well, gue pribadi menilai perusahaan penerbangan yang disebut berbiaya MURAH, gak sepenuhnya benar MURAH, karena 'nyatanya tiket berharga MURAH juga hanya disediakan beberapa kursi saja di tiap flight. Selebihnya, sama aja kog dengan maskapai lain yang menyediakan tiket di kelas A, B, C, D, E, dst... gak ada yang beda. Jadi tentu tiket MURAH sudah di-cover oleh tiket berbiaya TIDAK MURAH yang lain. Subsidi silang-lah, istilahnye... Coba aja cek sendiri...
Jadi intinya, gue sih cuma 'ngeliat kalo kata-kata berbiaya MURAH hanya trik marketing menjaring konsumen aja. Gue 'gak protes dengan kata2 MURAH itu, toh sebagai konsumen yang 'nggak gampang terbujuk kata2 rayuan iklan, gue juga mengerti, bagaimana-pun penjual membutuhkan pembeli, dan pembeli membutuhkan janji2 surga & pelaksanaan-nya dari penjual. Tinggal bagaimana penjual mengemas janji2 surga tersebut dalam realisasi yang tidak jauh dari khayalan pembeli, disertai layanan terbaik semaksimal mungkin. Dan tinggal bagaimana konsumen bisa berlaku tidak bodoh untuk tidak menelan begitu saja iklan yang diserap. Lantas, kalau sampai maskapai penerbangan menawarkan tiket murah, apakah hal tersebut juga bisa dijadikan alasan mereka menurunkan kualitas pelayanan? Sehingga muncul kata-kata yang intinya "udah murah kog nuntut banyak?" Hohohoho... biar murah tetep aja kita sudah membayar jasa, yang merupakan penawaran dari penjual. Kalau 'gak berani menanggung resiko, 'gak usah jualan aja. Lagian mana ada orang jualan mau rugi? Jadi ya bener-bener NONSENS kalau disebutkan biaya murah...Lain kalau layanan ini gratis tisss... alias kita tidak perlu membayar sama sekali, berarti sedikit banyak resiko terburuk ditanggung konsumen dong, misalnya dapet undian tiket gratis ke mana gitu... Tapi walaupun begitu tetap saja GRATIS adalah "penawaran" dari penjual. Tetap jasa yang ditawarkan harus semaksimal mungkin dilakukan yang terbaik. Seperti hal-nya layanan blog multiply yang GRATIS, sudah sepatutnya juga sebagai konsumen gratis, sedikit sekali peluang kita untuk menuntut macam-macam. Istilahnya, 'udah gretong kog cerewet sehhhh'.Well, yang penting buat gue, komitmen melayani konsumen sebagai penyedia jasa tetap patut dipertanyakan, di saat janji jasa terbaik yang sudah di bayar lunas, tiada di dapat.

Perjalanan kali ini yang menggunakan maskapai penerbangan Air Asia *untuk ke-sekian puluh kalinya*, akhirnya sempat juga membuahkan cerita. Setelah masalah rumit pernah gue alami dengan maskapai Lion Air bulan September 2006 lalu, rupanya kali ini giliran Air Asia.Jumat, 31 Mei 2007Perjalanan yang telah disiapkan berbulan-bulan yang lalu, alhamdulillah dapat terlaksana berkat kerjasama semua wanita gila yang terlibat di dalam-nya. Sebelum check-in di bandara Soekarno-Hatta, gue sempat memperingatkan semua rekan, akan penting-nya cek ulang nomor bagasi, untuk meyakinkan bahwa nomor sudah cocok dengan stiker dalam boarding pass, dan meyakinkan diri bahwa stiker nomor bagasi tertempel erat pada tas. Semua itu agar pengalaman gue di Makassar, September 2006 lalu dengan Lion Air tiada terulang.Namun nasib berkehendak lain. Salah satu bagasi kami setiba di bandara Hang Nadim, Batam, dinyatakan hilang. Suasana saat itu tentu membuat panik pemilik ransel, dan cukup membuat situasi tim agak berubah. Namun demikian, karena gue sudah pernah mengalami hal yang sama, gue mencoba untuk yakin bahwa semua masalah akan beres pada saat-nya. Asal pikiran tetap dingin dan tidak panik. Maka gue mencoba untuk membantu pengurusan kehilangan bagasi ini, dengan pikiran agar rekan yang ber-musibah akan sedikit adem dan gue berusaha meyakinkan bahwa bagasi tersebut tiada akan hilang, namun hanya terselip beberapa waktu.
Dua jam setelah kedatangan, akhirnya kami lelah dengan argumen yang agak keras dilontarkan, demi kesigapan para petugas dalam mencari bagasi yang hilang. Kami-pun memutuskan untuk menuju rumah tempat menginap, dengan janji meyakinkan dari petugas Air Asia *yang salah satu-nya cakep menurut Ck* untuk segera menghubungi kami malam itu juga, ada atau tidak-nya bagasi.
Sabtu, 1 Juni 2007 Perjalanan kami menuju Singapura dan Bangkok hari ini cukup membuat bete karena bagasi yang belum kunjung ditemukan. Maka ketika sesudah Subuh kami sudah menuju Batam Center untuk naik kapal jam 07.00 menuju Singapura, kami tetap memaksa pihak Air Asia melalui sms, untuk bekerja lebih keras lagi menemukan bagasi kami. Karena kami dijanjikan oleh petugas bernama pak Castillo bahwa insya Allah para petugas Air Asia siap bekerja keras mencari bagasi yang hilang di seluruh penjuru bandara Jakarta, Medan, Bali, Padang, dll... akhirnya kami cukup lega. Dan perjalanan-pun dilanjutkan.
 Sementara rekan lain pergi ke Orchard, gue sempatkan mampir menjenguk para ponakan yang lutju2 di Toa Payoh, tapi Hanan lagi atit :( ciyan deh... lihat wajahnya yang pias lemah dan sendu, rasanya sedih... Tapi main bareng Haifa yang riang gembira, cukup mengusir lelah akibat menggendong ransel seberat 8,5 kg di sepanjang jalan.
Hanya satu jam lebih bersama mereka yang rasanya begitu cepaaatttt berlalu, akhirnya gue harus berpamitan menuju Changi untuk mengejar pesawat menuju Bangkok. Sms super cepat ke mba Irma yang memang udah janjian, berharap sempat ketemu di bandara, akhirnya terlaksana. Walaupun sempat linglung, mau ketemu di terminal 1 apa 2, ehehehehe... lagian info di website terminal 2, tapi ternyata di terminal 1. Ya sudah... Yang penting ketemu, dan gue juga ketemu dengan rekan lainnya di tempat yang sama. Sementara sms-an dengan pak Castillo terus berlangsung, dan ransel dinyatakan ketemu siang hari itu juga. Alhamdulillahhhhh... karena tidak sudi rugi sedikit-pun dan melenceng dari budget & rencana awal, dengan sopan kami memohon untuk supaya ransel yang sempat hilang dikirim langsung ke Bangkok, untuk kami ambil di bandara. Puas rasanya kami di service sedemikian rupa oleh Air Asia, yang bekerja keras menemukan ransel kami. Tapi rupanya jangan puas sebelum ransel ada di depan mata.  Sampai di bandara Suvarnabhumi, Bangkok nan megah, 1,5 jam kami habiskan untuk mengurus bagasi hilang tersebut, dengan hasil NOL lagi, dan kami diminta untuk menunggu di hotel. Well, rasa tak nyaman kembali hinggap. Namun dengan komunikasi yang terus diusahakan dengan pihak Air Asia Batam, akhirnya kami kembali mencoba bersabar. Perjalanan kami lanjutkan menuju hotel langsung karena kaki yang sudah penat, melintasi 3 negara dalam 11 jam perjalanan.
Keesokan hari, ransel belum sampai juga ke hotel. Hampir meledak rasanya, mengingat kebutuhan krusial ada di dalam ransel tersebut. Kembali emosi tim agak terganggu dengan masalah ini. Walaupun akhirnya kami mencoba lagi untuk bersabar, tetap sms komunikasi dengan pihak Air Asia dilakukan terus. Kali ini rupanya pihak Air Asia kurang mengerti keadaan kami, sehingga sms yang terkirim adalah "mbak, supaya cepat mohon ransel diambil di bandara Suvarnabhumi".
Anjriiitttt... langsung emosi baca tuh sms. Kami balas "oom, ini semua full kesalahan Air Asia, kami sudah kehilangan waktu banyak untuk mengurus bagasi di Batam, uang banyak untuk komunikasi di Singapura sampai di Bangkok, jadwal terganggu karena masalah bagasi, apakah sekarang kami akan masih terus dirugikan? Mohon secepatnya ransel dikirim ke hotel detik ini juga, kami tunggu!". Giling, dikata murah apa, taksi dari hotel ke bandara... 450 baht mendingan buat belanja oleh-oleh buat keluarga kan yah, daripada spend buat taksi... pp bisa 900 baht sendiri, means sama aja dengan 270 rebu... toloooong...
Begitulah... Akhirnya sore di hari ke-2 kehilangan, baru kami terima bagasi dengan utuh. Lega rasanya, namun karena sms terakhir dengan pihak Air Asia yang 'ngebete'in, kami hanya bisa diam dan berencana sepulang ke Batam akan mencari tahu apa sebenarnya yang sudah terjadi. Kenapa sampai bagasi bisa hilang dan lain-lain.
Dan ternyata... Sepulang kami sampai di Batam, berhubung waktu yang masih cukup untuk check-in, kami langsung mendatangi kantor Air Asia Batam. Dan sesungguhnya bagasi itu salah di ambil orang dari rombongan Kepolisian yang tanpa periksa langsung angkut bagasi menuju ke luar. Tetapkah menurut kami ini kesalahan pihak Air Asia? JELASSSSS...
Menurut standar prosedur kan seharusnya setiap penumpang yang keluar membawa bagasi, nomor-nya harus di-cek dan diminta petugas di pintu keluar. Kenapa ini sampai bisa lolos? Apakah karena mereka rombongan POLISI??? Maka mereka bebas melenggang melewati pintu tanpa periksa? Wah, enak banget dong yah kalau semua punya hak seperti itu, rugi banget kita jadi rakyat kecil seperti ini.
Anyway, atas segala kerepotan yang telah dilakukan pihak Air Asia, tetap kami sampaikan salut dan terima kasih. Semoga layanan maskapai Air Asia dan maskapai lain di Indonesia pada umumnya, terus dapat diperbaiki, lagi dan lagi.
*Foto: semua koleksi pribadi dunks...
| |