Mi Diario

Blog EntryTerus Belajar...Aug 25, '08 9:34 AM
for everyone

'nah...

selesai siaran gue ditodong wawancara...
'lah biasanya gue yang wawancara, sekarang gue yang diwawancara bo'...

ceritanya yang 'nodong wawancara ini bertanya sesuatu hal yang krusial dalam hidup...
bagaimana kiat2 gue untuk menghadapi hal tersebut...
karena menurut beliau gue terlihat berkompeten untuk itu....
kata dia lohhhh... menurut gue sih engga juga hihihihi...

sementara gue jelaskan...
ternyata topik juga 'nyerempet tentang blogging...
dimana blogging juga dalam hidup perlu pengaturan supaya tidak mengganggu kehidupan nyata...
salah satu pertanyaan yang menyangkut blogging, sebenarnya adalah pertanyaan yang...
agak gue hindari topiknya selama ini, yaitu: bagaimana cara meraih reply banyak?
yeah, i know, we're talking about bussiness...
dalam bisnis kualitas
kadang kurang diperhatikan dibanding kuantitas...

hemmmm...

waktu pertanyaan ini meluncur,
gue jadi teringat dengan pertanyaan senada yang ditanyakan oleh salah seorang "ratu kopdar terkenal", yang waktu pertama kali jumpa dengan gue langsung bertanya serupa by YM. Bahkan lebih ekstrim lagi, beliau bertanya: bagaimana caranya menjadi terkenal di lingkungan blogger?

hauuuuhauuuu...
gue gelagepan kalo ditanya beginian, karena jaman dulu itu reply banyak 'gak cuma di tempat gue, masih banyak tempat lain, apalagi jaman sekarang? Segambreng
kali... Lagian, buat gue... banyak reply bukan ukuran untuk hal2 positif yang menyangkut pertemanan dunia maya... Sedangkan gimana cara jadi terkenal? waduw... sapa gue yaaahhh?

Karena ituw...
jawaban2 gue adalah seputar...
bagaimana kita bisa berusaha ikhlas terima teman apa adanya, kalau belum bisa ya dicoba terus...
atau kita sendiri dalam 'ngeblog harus punya batasan pribadi...
kapan 'ngeblog, kapan meladeni teman dari dunia maya dalam reply...
berapa banyak yang mampu di-maintain semaksimal kita bisa...
berusaha terus belajar dari kesalahan2 diri sendiri dan orang lain...

yaelah, kog jadi tips 'n trik dalam berteman sih?
ya... namanya 'ngeblog di multiply, buat gue adalah untuk create network...
dan belajar semua tentang manusia...

sama aja kali dengan "berteman", cuma bedanya ya media-nya di dunia maya aja kali ini...
batasan tujuan 'ngeblog harus gue definisi sendiri...
misalnya gue pribadi membatasi blog personal gue ini hanya untuk urusan curhat...
sedangkan untuk urusan bisnis, tentu gue buat blog terpisah...
begitu juga dengan urusan personal banget menyangkut keluarga dan hubungan pribadi,
tentu 'gak bisa sembarangan gue 'umbar di dalam blog gue, semua harus ada batasannya.
Dan batasan2 itulah yang harus ditaati diri sendiri, juga orang lain...
kalau sampai melanggar batas itu, 'gak bisa disangkal bakal ada perpecahan hubungan,
seperti yang berkali2 gue alami... kalau sudah begini ya harus terus buat bahan belajar...
namanya juga orang hidup, hidup adalah dinamis, jadi kita juga harus terus dinamis...
yang pasti dalam dunia adalah perubahan, so?

Well,
gue hanya menekankan bahwa menghargai orang lain walau dalam dunia maya perlu...
karena hal itu yang membuat kita dihargai. Take 'n give gitu kali yah...
tapi bukan berarti gue sudah begitu menghargai orang lain dalam kacamata orang lain...
ini harus terus dipelajari. Baik respon dari sesuatu yang kita lontarkan di publik, atau respon kita sendiri terhadap apa yang dilempar publik. Tidak semua yang kita anggap benar adalah benar juga untuk orang lain. Belajar untuk 'berkelahi' atau berdebat dengan keras di medan publik termasuk harus terus dipelajari, demi kenyamanan bersama dan demi mempertahankan pendapat yang di rasa benar, apalagi bila sudah di rasa harus dipertahankan untuk menghindari salah paham. Apalagi bila sudah masuk area pribadi yang diusik, wajar bila pertahanan terhadap privasi harus dilakukan. Tentu-nya dengan terlebih dahulu menghormati privasi orang lain.

Dunia maya tida
k jauh beda dengan dunia riil, kita hidup dengan banyak kepala berbeda. 

intinya: terus belajar.

.
.
.
.




*blah, gue teoritis banget!*
.
.
.


yah gitu 'deh, po
koknya gue 'udah bilang sama pewawancara...
bahwa untu
k mendefinisikan sesuatu tentang 'ngeblog,
it's so hard buat gue menulis
kan secara text book...
mendingan langsung pra
ktek!!!


Blog EntryDokter Cinta...Aug 22, '08 1:17 PM
for everyone

Sebelum salah mengartikan...
dokter yang malam ini gue kunjungi adalah dokter yang benar-benar berprofesi sebagai dokter. Kenapa gue sebut sebagai dokter cinta, karena gue cinta banget sama dokter ini, hehehe...

Ceritanya, hubungan gue dengan dokter ini semanis green tea kesukaan gue yang juga disukai sama Bayu, hehehe... Bayu yang kangbayu itu? Udah 'gak usah banyak tanya... iya bener. Nah, pertama kali kenal dengan dokter ini, adalah di multiply (tepuk tangan buat multiply)... dan jumpa kopi darat pertama kali, adalah waktu kita mau mengadakan bakti sosial Bersih Gigi Bersih Hati di kawasan Penjaringan tahun 2006 silam. Dan ternyata, selidik punya selidik... dia temen seangkatan dulu waktu kuliah, cuma beda fakultas aja...

Nuahhhhh... dari situ-lah perjalanan curhat gue soal gigi jadi ada pelampiasan. Ya curhat-nya ke dia, hehehe... secara dokter ini orangnya sabar dan pengertian banget ya, walaupun gue bukan pasien tapi tetep aja di dengerin ocehan-nya, hehehehe... Emang apa lagi yang disukai pasien dari dokter selain mau mendengarkan curhatan? hihihihi... ups... gue bisa ditimpukin dokter sedunia 'nih (langsung pake helm).

Kembali soal curhatan, gue sebenernya 'gak terlalu rewel soal gigi, dimana gue dengan rajin sekali selalu sikat gigi teratur sejak kecil karena diwanti-wanti sama ibu bahwa gigi harus dipelihara kesehatan dan kebersihannya, "apalagi kamu cantik karena gigi gingsulmu", kata ibu juga... ini menjadikan gue 'ngaca setiap hari waktu kecil dulu, meyakinkan diri bahwa gingsul memang membuat gue benar2 cantik. Tapi harapan tinggal harapan, gingsul yang diharapkan membuat gue lebih cantik itu ternyata berbuat ulah. Beberapa tahun terakhir entah kenapa terjadi renggangan diantara gigi gingsul gue dengan gigi terdekat (gue inget banget itu tahun 2004), dan bukan itu aja, gusi yang 'nyembul diantara gigi geligi gue itu selalu bengkak dan berdarah tiap kali gue makan. Ini menyakitkan sekali buat gue.

Penderitaan gue karena gigi ternyata belum berhenti. Para gigi bungsu yang keluar bermunculan beberapa tahun lalu menjelang umur 30, sangat menyakitkan berhubung rahang gue yang kekecilan dalam menampung mereka. Walhasil, 2 tahun lalu dengan sukses gue menjalani operasi pengambilan gigi bungsu yang ada di bawah tulang rahang gue... idiiiihhhh jadi gigi pemalu banget, kog sukanya 'nyempil gitu yaaaaa...

Paska operasi gue sempat adem ayem dengan keadaan gigi yang sehat, sampai akhirnya ternyata karena 'gak ada lawan berhubung dicabut, maka gigi geraham atas gue yang pojok mulai berulah, dia dengan bangga turun dari singgasana, dan ini membuat gue kembali runyem... setiap kali 'ngomong gue harus menahan sakit karena dinding pipi bagian dalam gue digigit2 sama gigi yang 'gak ada lawannya itu. Beberapa bulan gue harus membiasakan diri, kebayang dong hampir tiap hari gue harus 'ngomong di depan corong radio, betapa tersiksa!

Sekarang sih 'udah lumayan terbiasa, walaupun gerak bibir gue jadi aneh karena porakporanda-nya susunan gigi geligi gue itu. Huaaaahhh... 'gak tahan lagi, akhirnya gue curhat lagi 'deh sama dokter yang sama... si dokter cinta. Dan kebetulan karena si dokter cinta sedang berencana bikin klinik pribadi, gue langsung daftar jadi pasien urutan teratas. Tapi 'gak kesampaian karena jadwal perjalanan yang padat bikin gue sampai 'gak bisa menghadiri opening ceremony klinik-nya sekalipun! Huhuhuuuu...

Tapi 'gak papa, karena akhirnya malam ini gue berhasil ke klinik itu, ketemu sama dokter cinta itu, hehehhe... Dan walaupun gue 'gak ditangani sama dokter cinta (dateng tanpa janji, mendadak, tapi yah emang begitulah gue yang suka bikin kejutan heheee...), tapi rekan sejawatnya, gue tetep berasa aman di  tangan mereka. Dan dari foto-foto, scaling dan lain-lain yang dilakukan, ternyata gue termasuk yang kerajinan menggosok gigi. Saking semangat-nya gosok gigi, ternyata cara gue menggosok salah dan bikin 2 gigi atas gue nyut2-an kalau minum dingin, karena leher gigi-nya 'udah 'nongol gara2 di-sikat terlalu semangat... huhuhuhu... uhhh sebel.

Akhirnya rekan si dokter cinta juga menambal 2 gigi gue itu, sekarang gue bebas nyut2-an 'deh... Tadi-nya dipikir ada yang bolong mungkin gigi2 gue, sampai berasa urgent banget kunjungan ke dokter cinta ini. Ternyata... gara-gara semangat menyikat gigi... dan kunjungan berikutnya gue siap untuk pencabutan gigi geraham yang dengan 'gak sopan 'udah turun dari singgasana dan menggigit2 pipi gue sendiri. Huuuuhhh... sebenernya agak 'gak rela (merana) berpisah sama gigi geligi gue, tapi apa mau dikata demi terjaganya stabilitas dan kelancaran memamah biak (sapi kali), hehehe... Sekalian supaya gingsul gue juga turun dari singgasana dengan segera sih, tentu-nya turun dengan sukarela tanpa kudeta 'lah yaaaa...

Trims to dokter cinta...
jangan kapok gue 'datengin yah...
.
.
.






*ternyata curhatan gue kali ini puanjang juga ya, hehe*


Blog EntryDimana Ultah MPID 2008?Jun 30, '08 1:10 AM
for everyone
Dimana baksos + Ultah MPID yang efektif kali ini?
Rekan2 dapat berkumpul bersama adik-adik dan semua yang disantuni, berbagi keceriaan & kebahagiaan.

Catat tanggal-nya: Sabtu, 9 Agustus 2008.
   

Polling ini sangat terbuka, silahkan semua rekan MPers yang berkenan, untuk memilih 1 dari 6 tempat baksos yang sudah di survey oleh rekan-rekan MPers juga, sebagai tempat untuk berkumpul-nya kita sehubungan dengan Ultah Komunitas MPID 9 April 2008 lalu.

Berkumpul-nya rekan komunitas MP Indonesia ini tentu dari berbagai negara, maka dipilih pertemuan akbar di bulan yang masih banyak libur, sehingga rekan2 dari luar negeri juga bisa datang. Mudah-mudahan. Sementara itu, setiap berkumpulnya rekan komunitas MPID ini tidak lepas dari kegiatan baksos, maka untuk itulah polling ini dibuat.

Well,
ada 6 pilihan tempat yang akan di-polling, berdasarkan laporan tim survey, silahkan klik masing-masing untuk melihat laporan langsung dari lapangan:
  1. Musium Fatahillah: by Roel.
  2. Bantar Gebang: by Yudi.
  3. Panti Asuhan Desa Putra: by Agus (terima kasih untuk semua foto) & Pritha.
  4. Kampung Jagabita: by Ndaru (terima kasih untuk semua foto), Ari, Rudy, Roel & Nahar.
  5. RCP: by Jessica & Prazz.
  6. TIM Cikini: by Ndaru, Ari, Rudy, Roel & Nahar.

Pilihan tempat untuk baksos, sekaligus Ultah MPID 2008 ini, mohon juga mempertimbangkan:
  1. tempat baksos,
  2. jarak lokasi dan bagaimana cara mencapai ke lokasi tersebut,
  3. efektifitas baksos yang hanya diselenggarakan dalam 1 hari,
  4. sisa tempat yang tidak terpilih akan kita pergunakan data-nya untuk baksos di bulan Ramadhan esok, jadi mudah2-an semua kegiatan survey yang dilakukan rekan-rekan MPers sangat berguna!

Foto-foto hasil survey:
  1. Panti Asuhan Desa Putra & PPA Si Boncel-1: by Agus & Pritha,
  2. Panti Asuhan Desa Putra & PPA Si Boncel-2: by Agus & Pritha,
  3. Kampung Jagabita: by Ndaru, Ari, Rudy, Roel & Nahar,
  4. ...


Waktu memilih dibatasi sampai:
Rabu, 2 Juli 2008 - 24.00 WIB

Silahkan memilih...
TETAP SEMANGAT!!!






Blog EntryHasil Survey Baksos MPID: Jagabita & TIMJun 29, '08 10:34 AM
for everyone
Alhamdulillah,
akhirnya survey tempat alternatif baksos Ultah MPID 2008 hari ini bagian gue dan temen2 lain selesai. Tadi-nya gue dapet bagian untuk survey di Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor. Tapi atas inisiatif, kami langsung melanjutkan survey ke TIM Cikini, siapa tahu bisa mengajak adik2 yang akan disantuni untuk jalan-jalan nonton film Kungfu Panda, lihat bintang di Planetarium, dan makan bareng dengan MPers di ruangan serbaguna di samping bioskop TIM.


Laporan dari survey di Desa Jagabita:

Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, adalah desa tertinggal yang letak-nya tidak kurang 40 km dari pusat kota Jakarta. Desa ini di sebut juga sebagai salah satu Kampung Pesakitan, karena begitu banyak jumlah penderita sakit yang perlu bantuan kesehatan. Contoh riil dari pendataan langsung oleh sukarelawan di sana, ada 123 anak penderita gizi buruk di daerah ini.

 Walaupun letak geografis-nya masuk ke wilayah Bogor, Jawa Barat, namun selepas jalan tol arah Merak, keluar di pintu tol Karawaci akses-nya cukup mudah dicapai. Untuk menuju kesana harus benar-benar mengerti kondisi jalan yang selalu dilewati oleh truk-truk super besar pengangkut bahan bangunan atau kontainer, jadi dapat dibayangkan kerusakan jalan seberapa parah yang terjadi di sana. Dan masyarakat disana harus hidup terbiasa oleh kepulan debu jalanan yang tebal. Tak heran bila kampung di sekitar Parung Panjang ini tidak sedikit jumlah penderita sesak nafas, asma dan penyakit paru-paru lain-nya seperti TBC.


Desa tertinggal yang dimaksud di sini adalah desa yang benar-benar tertinggal dari radius 40 km keramaian pusat kota tetangga. Baik itu tertinggal dalam hal pendidikan, kesehatan, ekonomi dan semuanya. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi para pejabat daerah terpilih, baik itu dari Jawa Barat dan Banten, sebagai 2 propinsi yang memanfaatkan Parung Panjang sebagai mediator perekonomian mereka. Juga DKI Jakarta sebagai propinsi tetangga terdekat tentunya. Hampir semua bangunan sekolah rusak dan berbentuk seadanya, dengan tenaga pengajar merangkap pengurus kebersihan.

09.30
Kami ber-5 memulai survey dengan berkumpul jam 9 pagi di Dunkin Donut, Poins Square, Lebak Bulus, untuk kemudian membawa 45 kg beras dan 4 dus mie instant, sebagai sekedar oleh-oleh untuk saudara-saudara di Desa Jagabita. Sesampai di Puskesmas Parung Panjang, kami bertemu dengan ibu Uun yang mengantar kami menuju desa-desa di Parung Panjang, termasuk Desa Jagabita. Disana kami mengunjungi beberapa keluarga dengan penderita terberat, seperti gizi buruk, kaki gajah, TBC, dan lain-lain. Foto-foto survey mudah2-an segera di-posting oleh rekan Ndaru, yang pasti hasil survey kami antara lain mencatat bahwa:
 Annisa,  7 tahun, salah satu penderita gizi buruk

banyak sekali penderita
penyakit paru-paru & gizi buruk terutama anak-anak di daerah ini, juga yang menderita: epilepsi, radang otak, serta banyak yang ber-penyakit kulit.

ibu penderita TBC

Minim-nya sumber air bersih yang ada di daerah ini membuat sanitasi sangat tidak terjaga dengan baik. Sumur harus di gali terlalu dalam untuk mendapatkan air, sedangkan ekonomi penduduk di sini sangat tidak memungkinkan untuk membuat sumur bersama yang bahkan untuk resapan. Mayoritas penduduk di sini bekerja membuat topi anyaman dari bambu, pengki, keranjang dan lain-lain yang bahan baku-nya memang tersebar banyak di daerah ini, yaitu pohon bambu. Hasil-nya tidak seberapa.

ibu pembuat topi anyaman bambu



Ada beberapa catatan bila kita mengadakan baksos disana:
  1. Ada banyak penderita yang minimal berjumlah 200 orang, untuk mengadakan baksos layanan kesehatan,
  2. Puskesmas yang ada sangat terbatas layanan-nya, dengan biaya layanan Rp. 3.000,- dan di hari Sabtu-Minggu menjadi Rp. 10.000,- biaya yang cukup memusingkan ini membuat masyarakat disana malas berobat walaupun gejala sakit sudah dimulai sejak dini. Akibatnya masyarakat baru berobat bila sudah sangat parah. Akses puskesmas juga hanya dapat dicapai menggunakan ojek dengan biaya minimal Rp. 10.000,- sekali jalan. Ini sangat berat untuk mereka.
  3. Tidak ada-nya oksigen di tabung yang tersedia di puskesmas sangat menyulitkan masyarakat yang datang berobat terutama yang sudah parah, jadi hal ini juga menjadi kendala utama yang harus menjadi daftar utama dalam baksos bila diadakan di sana.
  4. Masyarakat disana dikenakan biaya cukup tinggi, walaupun mereka datang dari keluarga miskin, misalnya untuk kasus pemasangan alat KB, dihargai Rp. 70.000,- padahal pengendalian penduduk di sana cukup di rasa penting, dengan melihat belum adanya edukasi yang baik mengenai kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
  5. Di kelurahan Parung Panjang ini hampir semua masyarakat-nya sakit dan untuk memberikan layanan kesehatan kepada mereka yang cukup layak, mereka perlu membuat surat keluarga miskin. Dan ini menjadi kesulitan tersendiri, dimana mereka datang dari keluarga buta huruf dan ketika mengurus surat GAKIN-pun harus mengeluarkan biaya tertentu.
  6. Masyarakat di sini juga butuh keranda mayat, untuk digunakan sewaktu-waktu bila ada warga yang meninggal, apalagi tingkat kematian di sini akibat penyakit yang diderita cukup tinggi. Selama ini mereka hanya mengangkut mayat tetangga mereka yang meninggal hanya dengan dibungkus kain & tikar.
  7. Baik dipikirkan juga untuk membuat education centre GRATIS untuk masyarakat di sana, karena dasar pemikiran masyarakat yang masih sangat kurang mengenai pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Dan ini sangat timpang dengan kenyataan daerah yang diapit oleh 3 propinsi besar dengan penduduk-nya banyak yang super mapan.
  8. ...

14.30
Kami mengakhiri survey dengan makan bersama ibu Uun & pak Abbas (sopir ambulans yang sering mengantar warga Parung Panjang yang sakit untuk dibawa ke rumah sakit dengan bantuan dana dari ACT dan pihak lain).


Laporan dari survey di Planetarium & TIM Cikini:
  1. Planetarium: tiket masuk dewasa Rp. 7.000,- anak-anak Rp. 3.500,- dan untuk hari Sabtu pertunjukan dimulai pada jam 10.00, 11.30, 15.00, 16.30. Rekan panitia sukarelawan harus bersedia mengantri untuk membelikan tiket, karena 1 orang hanya dapat membeli maksimal 6 tiket, dan untuk pertunjukan hari Sabtu-Minggu tiket rombongan tidak dapat booking di hari sebelumnya. Hanya berlaku on the spot. Kapasitas kursi Planetarium: 320 buah (cocok untuk 100 anak yang disantuni beserta MPers), durasi pertunjukan selama 1 jam.
  2. Bioskop 21: Tiket menonton rombongan dapat dibeli secara booking hari sebelumnya, dengan menghubungi ibu Melyna - 021.31901188, dan dikenakan biaya reguler Rp. 15.000,- - Rp. 20.000,- per-orang.
  3. Ruang Serbaguna: untuk acara Ultah MPID 2008, bisa digunakan untuk berkumpul, mengadakan games, makan bersama potluck, dan lain-lain.
  4. Rencana: kalau acara diadakan disini, adik2 yang disantuni diajak nonton di Planetarium untuk mengenalkan bintang-bintang dan angkasa, lalu nonton film yang sesuai umur mereka atau juga dapat film dokumenter tentang edukasi kesehatan, lalu setelah itu mereka diajak berkumpul bersama MPers yang sekaligus mengadakan acara Ultah ke-4 di ruangan serbaguna di samping bioskop.

Demikian hasil survey untuk baksos Ultah MPID 2008, semoga berguna.
Terus terang, bila Desa Jagabita dipakai untuk Ba
ksos Ultah MPID 9 Agustus 2008 esok, menurut kami terlalu jauh lokasi-nya dan membutuhkan effort persiapan dalam rentang waktu lebih lama. Menurut kami akan lebih baik bila tempat ini dijadikan tempat baksos rutin kita di bulan Ramadhan esok. Hal tersebut membuat persiapan lebih matang untuk dilaksanakan baksos di sana. Terima kasih.

Tim survey:
  1. PJ Ndaru,
  2. mas Rudy,
  3. mas Roel,
  4. Ari,
  5. Nahar.
Terima kasih juga disampaikan kepada:
  1. mas Bayu Gawtama untuk informasi-nya tentang Desa Jagabita,
  2. ibu Uun yang telah meluangkan waktu mengantar tim survey mengelilingi desa-desa di Parung Panjang,
  3. dan tentu saja rekan-rekan MPers lain yang meng-support.

Laporan tim survey lain:
  1. Musium Fatahillah: by Roel.
  2. Bantar Gebang: by Yudi.
  3. Panti Asuhan Desa Putra: by Agus & Pritha.
  4. Kampung Jagabita: by Ndaru (terima kasih untuk semua foto yang ada di sini), Ari, Rudy, Roel & Nahar.
  5. RCP: by Jessica & Prazz.
  6. TIM Cikini: by Ndaru, Ari, Rudy, Roel & Nahar.
Setelah ini, selama hari Senin - Rabu (30 Juni - 2 Juli 2008) akan diadakan polling yang akan menentukan di mana Baksos & Ulang Tahun MPID 2008 akan dilaksanakan.


TETAP SEMANGAT!!!


Blog EntryAkhir-nya Panjang Juga...Jun 28, '08 9:11 AM
for everyone

05.00
alarm Subuh berhasil membangunkan gue untuk melek...
tapi tak berhasil untuk mencegah gue tidur lagi, hahahhh...

Padahal gue 'udah berencana untuk melaksanakan suatu kewajiban,
sebagai warganegara yang baik di Indonesia (ceileee)...
Gue mau memperpanjang SIM coy...

Setelah 2 kali gagal mendapatkan formulir SIM di Ragunan di 2 hari Sabtu bulan Mei...
salah satu-nya barengan sama miss B, dan kita sama-sama manyun kehabisan formulir perpanjangan SIM, habis itu gue berusaha ke Ragunan sendirian, tapi nasib masih menentukan gue kehabisan formulir. Dan akhirnya lewat-lah tanggal 12 Juni 2008 sebagai batas masa berlaku SIM gue sebagai supir angkot.

07.00
Gue jumpalitan kaget bangun dari tempat tidur...
Wadowww... padahal 'udah niat bangun pagi, berangkat pagi, supaya 'gak kehabisan formulir lagi di Ragunan, huaaaaa... masa kemaren-kemaren datang jam 8.30 aja formulir 'udah habissss... unbelieveable... Langsung mandi bebek cibang-cibung, bedakan dikit, pake baju rapih, berangkat. Tadi-nya mau naik angkot, tapi dipikir lagi... ntar terlambat lagi 'gak dapet formulir lagiiii, huaaaa... akhirnya naik OJEK.

Weeeenggggg...
Rambut berkibar-kibar di tiup angin by ojek... padahal baru keramas huhuhuhu...
20rebu dari rumah ke Ragunan, cuma 15 menit. Sampai di Ragunan, celingukan... kog 'gak ada mobil SIM Keliling-nyaaaaa??? Kog sepi-sepi ajiahhhh??? Celingukan 'nanya ke polisi yang seliweran di situ, di jawab katanya: "HARI INI PINDAH KE TMP KALIBATA BU..."

emhhh... cakep, 'udah buru-buru 'ngejar supaya 'gak kehabisan formulir perpanjangan SIM, ehhh lokasi ternyata pindah. Bapak tukang parkir Ragunan menyarankan gue untuk naik bus jurusan Ragunan - mana tau ('gak denger lagi), yang katanya lewat TMP Kalibata. Gue selewatan jawab: "iye bang iye bang, makasih ya..." tapi sambil 'nyetop taksi. Takut terlambat ya boooo... masa 3 kali usaha gak dapet jugak? Sementara taksi yang gue tumpangi agak 'ngebut demi meluluskan permintaan penumpang-nya yang 'udah resah dan gelisah, gue mencoba telepon hubungi SIM Keliling di nomor: 021-5276001 s/d 4, dan sama sekali 'gak ada yang angkat! Damn!!!

08.30
Akhirnya sampai di pelataran pos polisi depan TMP Kalibata persis, sekali lagi gue celingukan. Dan karena sama sekali tidak menemukan mobil SIM Keliling yang di-informasikan sama pak pol yang di Ragunan itu. Nah lho??? Gue langsung masuk ke pos polisi dan menanyakan kepada petugas jaga yang ada di situ, dan dijawab: "WAH IBU, MOBIL SIM KELILING-NYA SEDANG ADA ACARA DI SENAYAN, NYUSUL KESANA AJAH, ATAU KALAU MAU KE PASAR REBO DI DEPAN MAKRO PERSIS JUGA ADA SIM KELILING"...

"Ohhhh iya pak, trima kasih pak", sahut gue lagi-lagi makinĀ risau...
"TREMAAAA KASSSEEEEHHHHH", sahut gue dalam hati...
Langsung gue minta pak supir taksi 'ngejar waktu lagi menuju MAKRO PASAR REBO.
Gile aje cuy... dari Ragunan, di suruh ke TMP Kalibata, trus diĀ  suruh ke Pasar Rebo... Hngggghhhh...

09.30
Macet berat mewarnai perjalanan gue. Apalagi dari Condet menuju Pasar Rebo juga harus muter jauh bener yahhhhh, mana bus-bus gede di sana 'ngetem-nya lama pula... Gue sampe hopeless jangan-jangan kehabisan formulir lagi, huaaaa... Sampai di Makro Pasar Rebo. Celingukan ke-3 kali-nyah... DAN GUE SAMA SEKALI TIDAK MENEMUKAN LAGI MOBIL SIM KELILING. DAN NOMOR TELEPON SIM KELILING GAK ADA YANG 'NYAUT SELAMA GUE TELEPON DI DALAM TAKSI.

Betapa indah-nya dunia ini, ohhh...
Dan akhir-nya gue sampai pada titik pasrah, gue turun dari taksi seharga 50rebu yang menemani perjalanan gue 'ngejar2 bus SIM Keliling dari Ragunan ke TMP Kalibata sampe' ke Pasar Rebo ini... Baiklah, no more ongkos yang mahal buat 'ngejar-ngejar mobil SIM Keliling, 'udeh keluar 70rebu 'neh... kalo' emang bukan waktu-nya dapet SIM baru ya sutra-'lah... Dan gue termangu di pinggir jalan raya, huhuhuhu... sedih 'deh... Masa depan gue sebagai supir angkot bakalan terancam 'nih huhuhuhu...

Rupa-nya ada bapak ojek yang kasihan sama gue, dia tanya gue mau kemana, dan setelah gue jawab mau perpanjang SIM, dia bilang: "Neng ke TMII aja, disana pasti ada kog mobil SIM Keliling-nya"... WHAT??? gue kaget tapi dengan cool bilang ke si bapak ojek: "Udah 'lah pak, saya 'mah pasrah aja deh 'ntar 'ngejar kesono juga formulirnya tau2 habis, mana 'udah keluarin ongkos banyak hari ini, gak usah 'lah pak...", sambil tertunduk lesu...

Ternyata bapak ojek tadi pantang menyerah, dia bilang: "Coba dulu neng, pasti ada kog di sana... yuk saya anterin, 15rebu ajah..." Halahhhh... pantesan aja dia semangat 'nyuruh gue ada maksssuuuuud. Tapi dasar gue suka ditantang, ya udin gue bilang, "10rebu aja ya paaaakk".... hahaha DEAL. Akhirnya gue menembus ibukota pinggiran lagi dengan OJEK menuju Taman Mini Indonesia Indah.

09.45
Dan sampai di TMII, horeeeeeeeee... dari kejauhan sudah terlihat mobil SIM Keliling itu, tapi langsung ciut hati begitu inget gue 'udah 2 kali kehabisan formulir perpanjang SIM. Huhuhuhu... turun dari ojek gue teriak, "MAKASIH PAAAKKK DO'AIN FORMULIR-NYA BELON ABIS YA PAAAKKK" dan dijawab acungan jempol sama bapak ojek tadi. Buset 'dah 'udeh kayak minta do'ain mau ujian ajiah hahahahhhh... Ya eyalah, 80rebu nihhh 'udah habis ongkos dari rumah buat sesuatu yang belon pastiiiii hahahahha... itung2an banget!

Dengan hati deg-deg-an gue melangkah menghampiri meja pendaftaran di samping bus, dan... YIPIIIII formulir masih ada!!! Thanks God!!! Dan ini urutan kalo kita mau perpanjang SIM di mobil SIM Keliling:
  1. menyerahkan KTP & SIM yang akan di-fotokopi petugas,
  2. mengisi formulir dengan lengkap (bayar Rp. 2.000, alasan petugas untuk ganti tinta fotokopi dan pulpen),
  3. tunggu dipanggil untuk foto & sidik jari (gue 'nunggu dari jam 10.00 - 11.30 baru dipanggil, lama karena ditinggal makan siang sama petugas huhuhu... emang gue 'udah sarapan juga? belum tau paaakkk),
  4. setelah dipanggil nama-nya, masuk mobil, diberitahu tarif resmi dan ada biaya sukarela, ambil sidik jari, foto dan bayar Rp. 85.000 untuk biaya perpanjang SIM,
  5. keluar, tunggu 5 menit langsung dipanggil lagi untuk menerima SIM baru.
  6. horeeeee...
dan gue total mengeluarkan uang untuk SIM ini Rp. 102.000,- karena waktu bayar di dalem mobil SIM Keliling gue menyodorkan duit seratus ribuan, dijawab sama pak polisi-nya: "wah 'ndak ada kembalian-nya gimana ini bu?" Gue bilang dengan pasrah: "untuk sumbangan sukarela aja pak..."
Yukkk mariii...

Berikut ongkos yang 80rebu menuju mobil SIM Keliling, berarti gue mengeluarkan duit sebesar 182rebu dong... Ya udin, pulang naek angkot ajah!!! Yang penting SIM baru 'udah ditangan, masa depan gue sebagai supir angkot & supir AKAP 'gak jadi suram doooong.... horeeee...
.
.
.
.
.

12.00
gue masih menunggu dengan manis angkot menuju Depok...
4,5 jam perjuangan memburu SIM baru...




*kalo inget rute menuju TMII dari Depok itu...
Depok-Ragunan-Kalibata-Pasar Rebo-TMII, haduh stresssss... rute zig zag*

Blog EntryApa kabar Indonesia...Jun 27, '08 10:45 AM
for everyone

malam mulai merayap waktu gue pulang dari siaran di Petukangan...

jendela angkot terbuka lebar dan angin yang masuk membuat gue terkantuk-kantuk...
sehabis penumpang ke-sekian yang duduk di pojokan turun, gue pindah menggantikan beliau, ke pojokan...

baru beberapa detik tertidur dalam angkot...
tersentak oleh jeritan anak kecil yang duduk di pangkuan ibu-nya di pojokan seberang...
ternyata dia kaget oleh suara raungan motor yang di-stater seorang pemuda di luar sana...
sementara itu angkot sama sekali 'gak bisa bergerak karena kemacetan di pintu kereta...
dan sang ibu terpaksa menenangkan anak tersebut dengan membelai-belai,
karena anak itu tak henti-nya menjerit...

gue baru mau memejamkan mata kembali,
sekedar memanjakan mata, supaya nanti sampai di rumah sakit 'gak terlalu terlihat lelah...
yup, gue mau mampir rumah sakit Pondok Indah, karena ada mantan sekretaris gue yang mau melahirkan...
itu 'loh... mantan sekretaris yang manja bangetttt... hehehehe...

ternyata susah mau memejamkan mata lagi...
anak itu terus menjerit, dan si ibu terus dengan kasih menenangkan si anak...
perlahan gue perhatikan, ternyata anak itu penderita Mental Retarded
ohhhh ya Allah...

pantas aja seperti frustasi berlebihan anak itu, soal terganggu raungan motor tadi...
gue mendadak 'gak 'ngantuk lagi...
perlahan gue usap kepala anak itu berusaha ikutan menenangkan...
dan syukurlah akhirnya dia berhenti nangis...
malah dia jadi ketawa2 ke gue, hihihi...

Meleleh rasanya liat matanya yang polos...
dengan wajah yang, apa ya istilah-nya... Mongolian Face...
ya, itu istilah buat penderita mental retarded, yang gue pelajari dulu di bangku sekolah...
dimana ciri2-nya kadang bola mata hitam-nya menyebar ke-2 arah...
dan wajah yang mirip orang Mongolia dengan ujung mata tertarik ke atas...

akhirnya gue jadi 'ngobrol sepanjang perjalanan sama ibu si anak itu...
dari cerita si ibu, anak itu usia-nya 6 tahun, tapi besar tubuh-nya 'gak lebih dari anak usia 3 tahun...
belum sekolah karena 'gak punya biaya, sering sakit komplikasi (karena memang anak penderita mental retarded rata2 daya tahan tubuh-nya rendah sekali), belum bisa minum pakai sedotan, belum bisa mengunyah makanan, cuma bisa minum susu, bapak-nya kabur, ibu-nya jualan di daerah Pondok Cabe, dan pingin banget bisa menyekolahkan anaknya, tapi di Fatmawati sekolah yang bisa menampung butuh uang pendaftaran minimal 20 juta.

Wow...
gue langsung menjerit dalam hati...
apa orang kecil memang 'gak boleh sakit dan punya kelainan tertentu yaaaa...
di negara ini...

Jadi merasa timpang...
di depan gue ada ibu yang punya anak cacat mental,
butuh perawatan dan sekolah buat anak-nya tapi 'gak mampu..

sementara itu di rumah sakit Pondok Indah sana...
terbaring salah satu sahabat gue yang walaupun punya keterbatasan fisik yang tak lengkap juga...
sedang berjuang melahirkan dengan fasilitas yang alhamdulillah cukup lumayan dan bisa diusahakan sekuat tenaga...
.
.
.
.

Apa kabar ya, pendidikan & kesehatan di Indonesia?
Kapan rakyat kecil bisa merasakan ya?

Sementara harga BBM teruuus melambung...

.
.
.


Blog EntryHasil Rapat-1 Panitia Ultah MPID 2008Jun 26, '08 3:26 AM
for everyone


Rekans, trims berat untuk yang hadir pada hari Rabu jam 19.00 di Cavana - Pasfes, untuk rapat perdana tatap muka:

  1. menhariq (Eriq)
  2. pinkq (Pritha)
  3. ramaditya (Rama)
  4. seribubintang (Joe)
  5. ghaya (Ndaru)
  6. didinana (Diana)
  7. tessi (Tessi)
  8. lenakei (Lena)
  9. prazz (Pras)
  10. bujes (Jessica)
  11. aguskribo (Agus)
  12. binmustafa (Roel)
  13. semangatindonesia (Rudy)
  14. yudimuslim (Yudi)
  15. ladydhy (Dhyani)
  16. cequilla (Mira)
  17. ydiani (Yelli)
  18. kopiradix (Nahar)
  19. happytobesingle (Artha)
  20. Niken
  21. siapa lagi ya maap kalo kelupaan...
wah banyak juga ya yang dateng...
setelah rapat dibuka oleh PJ Ndaru, masing2 rekan mpers diminta memilih tugas masing2 yang disukai, lalu menyepakati bahwa:
Baksos hanya 1 hari, yaitu Sabtu (seperti biasa agar Minggu-nya bisa istirahat), 9 Agustus 2008

Setelah itu, rapat langsung ke sasaran yaitu 30 menit membahas segala kemungkinan, baik tim Baksos & tim Ultah MPID... (hasil 30 menit rapat ada di masing2 PJ, silahkan kalau mau posting para PJ) setelah itu langsung rapat gabungan lagi, dan disitu terlihat bahwa ada keraguan terutama dari pihak panitia tim Baksos, untuk menggabungkan acara Baksos dengan seremoni Ultah MPID. Sedangkan panitia tim Ultah MPID pada dasarnya hanya fleksibel mengikuti apa yang akan dilakukan panitia tim Baksos (sifatnya melengkapi).

Karena tim baksos masih ragu untuk melaksanakan di lapangan (Penjaringan), maka diambil jalan tengah, untuk mengumpulkan usulan lagi dari rekan2:
  1. berubah format baksos
  2. pindah tempat baksos & ultah
Dan ada alternatif tempat usulan dari rekan-rekan:
  1. tetap di RCP Penjaringan
  2. Ajak jalan2 anak2 RCP Penjaringan ke Musium Fatahillah, Bank Mandiri, Musium Keramik, Musium Wayang
  3. ke tempat anak2 pemulung Bantargebang
  4. Panti Asuhan Desa Putra (Jagakarsa)
  5. Kampung Jagabita (Parung - Bogor)


dan akhirnya disepakati untuk mengadakan survey terlebih dahulu untuk memutuskan dimana akan diadakan baksos sambil merayakan ultah MPID 2008. Survey masing2 tempat dipegang oleh:
1. Bujes + Prazz
2. Roel + Rudy
3. Yudi
4. Agus
5. Ari

dan setelah survey, laporan online ditunggu sampai hari Senin masing2 diusahakan ada progress... Setelah laporan masing2 surveyor, langsung diadakan voting online untuk memilih tempat dimana kita akan mengadakan baksos.

Well, mudah2an catatan ini berguna untuk rekan2 panitia, lebih kurang mohon maaf, juga mohon maaf bila ada kesalahan kata dalam rapat malam itu.

Berikut ini daftar panitia Ultah MPID 2008:
Baksos
PJ: Rini & Jessica
Bendahara: 1 orang
Sie Acara: Irma, Daurie, Alya, Mira, Dhyani, Prazz, Pritha,Yelli
Sie Perlengkapan: Yudi, ... at least 3 orang atau lebih

Seremoni Ultah MPID
PJ: Ndaru & Rama
Bendahara: 1 orang
Sie Acara: Joe, Diana, bli Opang, Marley, ...
Sie Perlengkapan: Roel, Rudy, Eriq, Agus, ...

Yang harus bisa melayani kedua-nya:
Sie Publikasi: Ari, Tampah, (need more)
Sie Transportasi: Fahri, (sapa lagi doooong...)
Sie Konsumsi: Inna, Orin, Lena, Tessi, Tity, (need more)


Ide untuk acara ULTAH MPID dari Tim seremonial Ultah MPID (by Rama):

- Pengenalan kesehatan. Disini tim medis dapat menampilkan alat peraga, misalnya peralatan medis untuk melakukan perawatan dan pengobatan pada penyakit gigi. Bisa juga ditambah dengan menunjukkan berbagai macam penyakit gigi dan penyebabnya. Contohnya, mempreagakan sikat gigi bersama yang baik dan benar. Nah, sebelumnya didemokan dulu cara sikat gigi yang baik.

- Games-games yang berhubungan dengan perayaan 17 Agustus di RT/RW. Mengenai gamenya bisa menyusul.
.
.
.
.
.

Oke, di tunggu hari Senin untuk voting online ya rekans... Buat yang bisa bantu2, masih ditunggu partisipasinya yaaaaa... butuh masih banyak nih... trimssss

Foto: dari album Eriq



TETAP SEMANGAT!!!!


Blog EntrySampah dan Tong Sampah...Jun 25, '08 2:42 AM
for everyone

Tong sampah butuh sampah...
karena kalau 'nggak ada sampah, masa namanya tong sampah?
kalo isinya air, ya tong air dong?

Nah, hubungan ini menjadikan sampah bener2 mengisi tong sampah...
dimana kadang luber juga akhirnya, sampe' bececeran kemana-mana di sekitar tong sampah itu...
apalagi sampah yang paling bawah berada di tong sampah, bisa-bisa busuk kali ya...

Begitu juga tong sampah hidup yang bisa makan dan minum untuk energi membawa sampah...
bisa luber kalo diisi sampah kehidupan dari orang lain melulu...
apalagi sampah kehidupan yang ada di paling dasar, coba lihat lagi, mungkin 'udah busuk?

Harus gimana yah?
buang sampah-nya, cuci tong sampah-nya?
mungkin itu jalan terbaik...

Atau beli tong sampah baru?
boleh juga, asal jangan perlakukan tong sampah baru seperti memperlakukan tong sampah lama aja...
bisa-bisa cepet hancur tong sampah baru-nya, 'gak bisa dipake lagi deh...

Mungkin lebih baik tong sampah lama dicuci, dikeringkan, dijemur, dicat merah yang kinclong...
siap dipakai lagi 'deh...
hehehehe...

.
.
.
.
.



*Pesan sponsor: Jangan lupa pisahkan sampah organik dan non organik...*


Blog EntryDari Blog Menjadi Buku...Jun 24, '08 8:43 AM
for everyone

Beberapa minggu lalu dapat undangan dari Reader Digest Indonesia, untuk 'ngisi acara Pesta Buku Jakarta (Jakarta Book Fair) 2008, yang diselenggarakan tanggal 28 Juni s/d 6 Juli 2008, di Istora Senayan, Jakarta.

Sebener-nya sih, tadi-nya 'gak 'nyangka bakal disuruh 'ngisi acara ini, paling tadinya mikir wawancara buat buku One Gigabyte Of Love, seperti biasa, oh oke lah... ternyata buat 'ngisi acara  di Jakarta Book Fair!!! Wadaw... berat 'neh... Gue langsung minta untuk ditemani mba Helvy sebagai editor buku OGOL 'pas jadwal yang disepakati. Gue bilang ke mba... *ummm syapa ya yang nelpon gue* haaa... mba Yanti, supaya kalo mba Helvy 'gak bisa di jadwal yang 'udah disepakati, kasih tahu gue cepet supaya bisa cari rekan MPers lain yang bisa 'gantikan... Ternyata mba Helvy bisa... trims mba... Well, adem dong...

Dan ternyata juga, setelah baca blog-nya mas Jonru, disana disebut ada banyak nama terkenal selain mba Helvy, kayak: Beng Rahadian (Akademi Samali), Mice (Beny & Mice), Andrea Hirata, Trinity The Naked Traveller, Rahmania (Eiffel I'm In Love), Mira Lesmana, juga mas Jonru sendiri, dan mendadak gue puyeng... kayak-nya engga maen-maen 'neh... *ya iyalah emang sapa yang 'ngajak maenan sih*...

tuing - tuing - tuing...

.

.

.

kayak-nya gue perlu obat tidur waktu acara 'deh..
kadung dalam undangan 'udah tertulis nama gue jeh...
'lah, gue pikir acara-nya 'gak segede itu bo'...
mana gue bukan penulis pula...
trus gimana dong yah?

Ya sutra 'lah... gimana kalo kita sekalian kopdar?
hahhahhhhh kalo kopdar baru 'deh doyan... catet 'deh:

Hari/tgl: Rabu, 2 Juli 2008
Pukul: 19.00 - 21.00 WIB
Tempat: Panggung Utama Istora Senayan
Tema: Dari Blog Jadi Buku


Jadwal lengkap acara Reader Digest Indonesia di Book Fair 2008 'nih, klik ajah biar GEDE :


*Ada yang bisa minjemin gue WIG ga??? atau topeng?*
*masih puyeng*
*mas Jonru, copy jadwal-nya yaaaa... trimsssss...*


Blog EntryCape' deh...Jun 13, '08 3:06 AM
for everyone


12 Juni 2008
14.30

Habis siaran, gue ditanya:
sekretaris: "ikut general meeting di Bibet jam 17.00 hari ini kan mba?"
Gue: "yu no lah mba, harusnya gue kan siaran jam segitu di Petukangan..." --> sambil cemberut...
sekretaris: "tapi ini meeting penting mba, semua kalau 'ndak ada yang darurat diharap hadir"
Gue: "ya ya ya ya... ntar gue telpon
ke radio sana 'deh..."
sekretaris: "nah gitu dong mba..." --> tersenyum manis
Gue: "(&(&^$#@!" --> dalam hati...

17.00
General meeting dimulai, diawali dengan laporan sing
kat progress terakhir keadaan perusahaan, blablabla. Direktur utama juga menyampaikan bahwa setelah meeting ini hanya ada acara makan2 bersama dalam suasana kekeluargaan. Jadi diharapkan bila ada ganjalan, uneg2 atau apapun disampaikan sebelum acara makan berlangsung.

*silent*
'ga
k ada yang 'ngomong...

a
khirnya ada juga sih yang buka suara...
lalu produser mulai ang
kat suara juga, mengemukakan salah satu kasus kelalaian *yang menurut gue kecil*, yang menurut beliau harus mendapat perhatian dan punishment untuk tidak terulang di masa datang.

gue lagi mi
kir... hmmm ini kayanya kasus gue neh...
*gue langsung
khidmat dan 'udah mau 'ngomong 'ngaku langsung ke direktur, bahwa gue-lah pelakunya sambil angkat tangan*

Dire
ktur mulai menunjukkan wajah mengerikan dan jutek abis...
yaaaa gue jiper banget 'dah jadinya... tapi tetep dong, supaya sportif sebelum ditanya gue mau 'nga
ku... tapi gue 'gak dikasih kesempatan 'ngomong sedikit-pun, even waktu direktur 'nanya ke teman2 sesama penyiar, kenapa sampai hal tersebut terjadi, apa pertimbangan teman2 dalam permasalahan tersebut, dan apa kira2 punishment yang dapat dijalankan untuk persoalan ini. Dan 'ngomong-nya itu tanpa liat muka gue 'nih...
*merasa dilecehin*


Apalagi yang lebih 'ngeselin, sempet2-nya seorang rekan penyiar 'nanya: "siapa sih, siapa sih???"
yah, gue dengan mencoba tabah memberi sign ke dia: "itu gue pelaku-nya, loe tenang aja"... --> sok hero

yaelahhhh... bete bangeeeetttt...

Akhirnya gue cuma di kasi waktu sedikit untuk menjelaskan hal sebenarnya, dan gue juga sampaikan ke forum bahwa situasi yang dituduhkan sebenarnya 'gak separah itu, karena pada akhirnya gue menjalankan rule-rule yang berlaku dalam perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi kayak-nya penjelasan gue mentah abissss... 'gak ada yang peduli, sampe gue hopeless pengen emosi rasanya. Tapi gue bisa apa? Itu memang kesalahan gue, walau menurut gue 'gak separah yang dituduhkan dan rasanya berlebihan sekali dibawa ke dalam forum seperti ini, yang seharusnya bisa diatasi langsung oleh produser. Lagipula, gue juga mikir... apa segitu salahnya gue yaaaaa sampe' di sidang seluruh personel perusahaan ginih... mati 'deh gue, mimpi apa seh semalem...

Gue m